INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat mulai membentengi Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dari serangan Anas Urbaningrum di kasus mega proyek Hambalang.
Anas dalam keterangannya kepada penyidik KPK, menyebut Ibas dalam kasus Hambalang. Sebab, disinyalir ada aliran dana Hambalang mengalir ke Kongres Partai Demokrat 2010 di Bandung.
Mantan Ketua Organizing Committee (OC) kongres Partai Demokrat Didik Mukrianto angkat bicara soal penyebutan nama Sekjen Partai Demokrat itu. Menurutnya, penyebutan nama Ibas sebagai Ketua Steering Comite (SC) dalam kaitan proyek Hambalang sangatlah tidak beralasan.
Dia mengklaim, Ibas tidak mengetahui secara keseluruhan soal pendanaan kongres. "Kalau konteks soal proses kongres dan pendanaan konteks itu tanya ke saya, karena saya yang mengurus segala sesuatunya secara teknis. Kalau mas Ibas hanya menerima laporan saja," ujar Didik saat dikonfirmasi, Rabu (6/2/2014).
Dia menilai, pengakuan Anas yang mengaitkan nama Ibas dalam proyek Hambalang dalam pelaksanaan kongres Partai Demokrat, tidak berdasar. Sebab kewenangan pendanaan kongres ada ditangan Ketua OC.
"Ibas itu soal materi saja. Kalau mas Ibas ditarik-tarik dalam perspektif Ketua OC tidak ada kaitannya. Narik-nariknya kejauhan, kalau saya yang ditarik-tarik soal itu nyambung," imbuhnya.
Meski begitu, Didik mengatakan sudah pernah menjelaskan soal pendanaan kongres kepada KPK. Sehingga hal itu sudah jelas tidak terkait dengan aliran dana Hambalang.
"Kalau bicara pak SBY, di kongres tidak memberikan pengarahan apapun. Malah pak SBY meminta kita jangan pakai dana kongres dari luar DPP. Makanya kalau ada yang mengaitkan aneh saja," tandasnya. [gus]
Anas dalam keterangannya kepada penyidik KPK, menyebut Ibas dalam kasus Hambalang. Sebab, disinyalir ada aliran dana Hambalang mengalir ke Kongres Partai Demokrat 2010 di Bandung.
Mantan Ketua Organizing Committee (OC) kongres Partai Demokrat Didik Mukrianto angkat bicara soal penyebutan nama Sekjen Partai Demokrat itu. Menurutnya, penyebutan nama Ibas sebagai Ketua Steering Comite (SC) dalam kaitan proyek Hambalang sangatlah tidak beralasan.
Dia mengklaim, Ibas tidak mengetahui secara keseluruhan soal pendanaan kongres. "Kalau konteks soal proses kongres dan pendanaan konteks itu tanya ke saya, karena saya yang mengurus segala sesuatunya secara teknis. Kalau mas Ibas hanya menerima laporan saja," ujar Didik saat dikonfirmasi, Rabu (6/2/2014).
Dia menilai, pengakuan Anas yang mengaitkan nama Ibas dalam proyek Hambalang dalam pelaksanaan kongres Partai Demokrat, tidak berdasar. Sebab kewenangan pendanaan kongres ada ditangan Ketua OC.
"Ibas itu soal materi saja. Kalau mas Ibas ditarik-tarik dalam perspektif Ketua OC tidak ada kaitannya. Narik-nariknya kejauhan, kalau saya yang ditarik-tarik soal itu nyambung," imbuhnya.
Meski begitu, Didik mengatakan sudah pernah menjelaskan soal pendanaan kongres kepada KPK. Sehingga hal itu sudah jelas tidak terkait dengan aliran dana Hambalang.
"Kalau bicara pak SBY, di kongres tidak memberikan pengarahan apapun. Malah pak SBY meminta kita jangan pakai dana kongres dari luar DPP. Makanya kalau ada yang mengaitkan aneh saja," tandasnya. [gus]
