Headlines News :
Home » » Demokrasi Kering Akibat Banyak Politisi Maling

Demokrasi Kering Akibat Banyak Politisi Maling

Written By Unknown on Kamis, 13 Februari 2014 | 17.26

INILAH.COM, Jakarta - Pesta demokrasi pada Pemilu 2014 bakal lesu dan rakyat tidak lagi bergairah. Mayoritas rakyat sudah tidak percaya terhadap partai politik dan para pembesar negara, karena korupsi merajalela. Mengapa?

Indonesia dengan mayoritas Muslim di dalamnya, jelas menghadapi krisis kepercayaan dari rakyat terhadap penyelenggara negara. Kesenjangan kaya-miskin menajam dan korupsi sudah membudaya sampai ke desa-desa.

Ketika korupsi dari Jakarta merembes sampai ke desa di seantero Indonesia, rakyat tersadar bahwa demokrasi hanya menghasilkan industri korupsi. Pemilu tak lebih sebagai industri politik yang koruptif.
Maka menjelang Pemilu 2014, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik (parpol) terus merosot. Kali ini bahkan hanya 9,4 persen masyarakat yang percaya dengan parpol, demikian survei nasional yang dilakukan Cirus Surveyor Group yang dilakukan pada periode 20 hingga 30 Desember 2013.

Survei nasional yang melibatkan 33 provinsi dengan 2.200 responden itu menemukan 40 persen masyarakat tidak percaya dengan parpol. "Hanya 9,4 persen masyarakat percaya dengan partai politik," kata Direktur Riset Cirus Surveyor Group Kadek Dwita Apriani, di Jakarta, baru-baru ini.

Survei Political Communication Institute (Polcomm Institute) juga menegaskan bahwa mayoritas publik tidak mempercayai partai politik (parpol). Publik yang tidak percaya parpol yaitu sebesar 58,2 persen. Kemudian yang menyatakan percaya 26,3 persen, dan menyatakan tidak tahu sebesar 15,5 persen. Tingkat kepercayaan publik ini dipengaruhi oleh krisis yang dialami sejumlah partai politik.

Survei itu dilakukan 20 Januari sampai 3 Februari 2014 dengan 1000 responden di 15 kota besar. Survei juga dilakukan pada 15 media massa yaitu 5 media cetak nasional, 5 media televisi, dan 5 media online.Metode riset dilakukan dengan dua tahap yaitu content analysis dan discourse analysis. Adapun margin of error yaitu 5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Hasilnya, publik kecewa karena korupsi politik merajalela. Apatisme politik meninggi dan kepercayaan pada parpol merosot tajam.

Para analis mencatat setidaknya terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap parpol. Pertama, banyaknya kader parpol yang terjerat kasus korupsi. Kedua, konflik internal partai yang muncul di publik. Ketiga, adanya pelanggaran etika yang dilakukan kader parpol.

Pengamat psikologi politik UI, Hamdi Muluk menambahkan, masyarakat kecewa, dan telah belajar dari pengalaman sebelumnya, dimana banyak janji-janji partai politik atau kader parpol yang basi dan tidak dipenuhi, bahkan rakyat dibohongi. Akibatnya, rakyat cenderung golput atau tidak memilih pada Pemilu 2014 nanti.

Oleh sebab itu, selama parpol berisi politisi maling, maka demokrasi kita bakal kering dan garing. Jangan salahkan jika rakyat mengambil sikap diam, emoh memilih dalam pemilu atau mengambil sikap apriori. Sebab penyakit sosialnya sudah ketemu: parpol dan politisnya tidak amanah, malah korupsinya kian bernanah. Parah dan payah. [berbagai sumber]
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI