Headlines News :
Home » » Bola Panas Perjanjian Batu Tulis Mega-Prabowo

Bola Panas Perjanjian Batu Tulis Mega-Prabowo

Written By Unknown on Sabtu, 15 Februari 2014 | 12.30

INILAH.COM, Jakarta - Relasi Partai Gerindra dan PDI Perjuangan seakan pasang-surut seperti air laut. Dua parpol nasionalis itu kini masih terkait, kalaupun tidak terikat, dengan apa yang disebut sebagai Perjanjian Batu Tulis antara Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.

Berbagai kalangan mendesak agar Perjanjian Batu Tulis 2009 antara PDI Perjuangan dengan Partai Gerindra diungkapkan secara jujur kepada publik. Karena, setiap partai politik harus memiliki akuntabilitas terhadap isu yang disampaikannya kepada masyarakat. Apalagi, isu tersebut telah menjadi perbincangan luas di masyarakat.

Barangkali bagi PDIP, Perjanjian Batu Tulis, itu riwayatmu dulu. Namun bagi Gerindra, konsekuensi kesepakatan politik itu bisa diangkat kembali, jadi bola panas, mengganggu dan menggoda, kata Tisnaya Kartakusuma, alumnus Sorbonne dan pemerhati politik.

Petinggi Gerindra sudah menunjukkan bukti kontrak politik yang kemudian dikenal sebagai "Perjanjian Batu Tulis" kepada petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dalam "Perjanjian Batu Tulis" itu ada klausul agar Megawati mendukung Prabowo sebagai Capres di 2014.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menegaskan hal itu, usai peluncuran film Sang Patriot di kantor DPP Gerindra, Jakarta, Kamis (13/2). "Buktinya ada, saya sudah kasih lihat ke petinggi PDIP. Ada 3-4 orang petinggi PDIP, ada anggota DPR, Wakil Sekjen. Tidak ada yang bantah," tegas Hashim yang juga saudara kandung Prabowo.

"Perjanjian Batu Tulis" dibuat di Batu Tulis, Bogor, pada 15 Mei 2009. Isi perjanjian itu Mega berjanji mendukung Prabowo pada Pilpres 2014. Mega dan Prabowo membubuhkan tandatangan di selembar kertas putih.

Pertemuan tersebut dihadiri semua petinggi PDIP dan Gerindra seperti Mega sendiri, Puan Maharani, Pramono Anung, Prabowo didampingi Fadli Zon, Martin Hutabarat, Hasyim Djojohadikusumo, dan lainnya. Menurut Hasyim menjelang Pilpres 2014 Gerindra bersiap menagih janji.

Kini sudah waktunya Gerindra membuka isi perjanjian itu agar publik bisa mengetahui secara persis apa yang sesungguhnya terjadi di antara kedua parpol tersebut. Kalau tak kunjung dibuka, kata pengamat politik Said Salahuddin, publik bakal berspekulasi dan menduga bahwa Gerindra hanya mengada-ada.
Bagaimanapun, isu ini menjadi penting untuk diketahui publik karena menyangkut kredibilitas Megawati, sebagai anak dari seorang pendiri negara, sekaligus mantan Presiden RI. Nama baik PDIP juga dipertaruhkan di situ.

Para analis politik menilai, isu perjanjian itu berpotensi mempengaruhi hasil perolehan suara PDIP dan Gerindra pada Pemilu 2014. Bukan mustahil, rakyat akan menilai negatif atau meninggalkan parpol yang ketua umumnya tidak memegang komitmen. Bisa jadi, rakyat meninggalkan PDIP yang dinilai tidak amanah terkait komitmennya dengan Gerindra, jika Perjanjian Batu Tulis itu benar-benar ada.

Oleh sebab itu, agar tidak menjadi duri dalam daging PDIP maupun Gerindra, kedua pimpinan parpol itu sebaiknya berdialog kembali, membangun kerjasama dan saling pengertian secara bermartabat. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Bisakah hal itu dicapai kedua pihak menjelang Pemilu ini? Sejarah sedang menanti apa yang bakal terjadi. [berbagai sumber]
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI