Headlines News :
Home » » Ada Skenario Menaikkan Figur Risma ?

Ada Skenario Menaikkan Figur Risma ?

Written By Unknown on Kamis, 20 Februari 2014 | 06.00

INILAH.COM, Jakarta - Nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini belakangan mencuat. Tiba-tiba perempuan berjilbab ini menjadi perbincangan hangat. Beberapa media pun menjadikan Risma menjadi aktor penting sebagai obyek berita. Normalkah?

Tanda pagar (tagar) #SaveRisma kini populer. Setidaknya di sejumlah media sosial, tagar itu diperbincangkan. Photo perempuan berjilbab itu juga tidak sedikit dijadikan profil gambar di BlackBerry mereka yang berempati dengan bekas Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kota Surabaya ini.
Stigma Risma dizalimi pun mencuat. Rupa-rupa rumor yang beredar. Seperti lantaran menolak pembanguan jalanan tol di Kota Buaya itu, tidak akurnya dengan Wakil Wali Kota, Wisnu Sakti Buana, putera tokoh senior PDI Perjuangan almarhum Sutjipto.

Tidak sekadar citra terzalimi, kesan Risma peduli dengan wong cilik juga muncul. Pernyataan empati terhadap pelacur menjadi pernyataan yang menggedor nurani siapa saja yang mendengarnya. Termasuk bumbu tangisan Risma yang kerap muncul. Baik saat tayangan di salah satu stasiun televisi hingga saat mendapat dukungan dari kalangan akademisi di Surabaya.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menepis persoalan yang menimpa Risma khususnya terkait dengan Wakil Walikota Surabaya diklaim telah selesai. "Saya datangi kediaman Bu Risma, masalah itu clear. Soal ada pernik DPRD dan Kepala Daerah, itu wajar, semua daerah ada," ujar Tjahjo saat ditemui di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Terkait rumor kisruh antara Risma dengan Wakil Wali Kota, Tjahjo menegaskan Wisnu yang juga Ketua DPC Surabaya mendukung penuh kebijakan Risma. Menurut dia, latar belakang Wisnu menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya mengisi jabatan Wakil Wali Kota yang lowong ditinggal Bambang DH. "Clear, gak ada masalah," tegas Tjahjo. Dia menyebutkan Risma tidak akan mundur dari posisinya sebagai Wali Kota Surabaya.

Tjahjo mengendus, polemik muncul di interal Risma sengaja dihembuskan yang bertujuan membuat PDI Perjuangan tidak solid. Apalagi, kata Tjahjo saat ini memasuki tahun politik. "PDI Perjuangan sudah cukup solid wajar kalau ada yang tak suka. Dan saya tahu (pelakunya). Level nasional yang bermain," ungkap Tjahjo tanpa merinci siapa yang dimaksud.

Sementara dihubungi terpisah Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan munculnya nama Risma di ruang publik tak lebih sebagai upaya menjadikan sosok Risma seperti penokohan terhadap figur Jokowi. "Mau dibikin kayak Jokowi lagi," cetus Ruhut.

Demam Risma yang telah bergeser ke level nasional dari level lokal Surabaya sejatinya merupakan dinamika politik lokal. Ha serupa kerap terjadi di berbagai daerah yang tidak mendapat mendapat porsi pemberitaan yang luas.

Semestinya, sebagai pemimpin Risma menampilkan kepemimpinan yang kuat dan tangguh. Mengumbar tangis di ruang publik satu sisi memang ampuh membawa sikap empati pihak lainnya. Padahal di sisi lain, tangisan pemimpin tak lebih sikap lembek dan lemah seorang pemimpin. [mdr]
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI