REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Langkah Ketua Umum Partai Amanat
Nasional (PAN) Hatta Rajasa maju sebagai calon presiden (capres) 2014
mendapat hadangan dari internal partai. Tidak tanggung-tanggung, Ketua
Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Amien Rais mengingatkan Hatta
untuk realistis.
Amien menyarankan Hatta agar merevisi niatnya untuk maju sebagai
capres jika perolehan partai di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 tidak
mencapai angka dua digit. Meski hasil Rakernas PAN 2011 mengamanatkan
Hatta sebagai capres, namun Amien menilai sangat sulit target itu bisa
terwujud melihat realita sekarang.
"Kalau di bawah dua digit, ya sulit (Hatta 'nyapres). Kita harus
realistis," kata Amien usai melepas peserta mudik gratis PAN di Gelora
Bung Karno (GBK), akhir pekan lalu.
Menurut Amien, sekarang tidak penting apakah Hatta harus menjadi
presiden. Yang mendesak untuk dibenahi adalah, kata dia, masyarakat
harus mencari capres yang memiliki visi berani merenegoisasi berbagai
kontrak migas dan tambang dengan korporasi asing.
Melihat bagi hasil yang didapat pemerintah, Amien sangat miris. Ia
berharap, presiden ke depan harus berani melawan penjajahan
terang-terangan yang dilakukan orang asing dengan mengeruk kekayaan alam
Indonesia.
Amien sangat kecewa melihat pemerintah sekarang hanya diam saja
melihat secara terang-terangan kandungan bumi negeri ini dikuras asing.
Karena itu, ia bersikap bakal mendukung capres siapa pun yang bisa
menerjemahkan Pasal 33 UUD 1945 tentang kedaulatan perekonomian untuk
kesejahteraan rakyat.
"Kalau tak bisa menerjemahkan, jangan nyapres. Hattanomics,
Prabowonomics, atau Jokowinomic. Silakan membuat sistem ekonomi untuk
ditawarkan ke rakyat," kata mantan ketua Majelis Permusyawarakatan
Rakyat (MPR) itu. "Bisa enggak mereka menjamin semua untuk rakyat? Kalau
bisa, siapa pun itu kita pilih!".
| Reporter : Erik Purnama Putra |
| Redaktur : Citra Listya Rini |
