REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
secara serius menginstruksikan kader dan calon anggota legislatifnya
memenangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Sumawiredja. Selama
20 hari ke depan, mereka diimbau untuk tidak keluar wilayah Jawa Timur
(Jatim).
Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar mengatakan, akan ada sanksi
formal bagi mereka yang melanggar instruksi tersebut. Menurutnya,
kemenangan Khofifah nanti akan mencetak rekor pertama sebagai Gubernur
NU dan perempuan pertama di Jatim.
"Kami sangat kuat, karena selain didukung oleh 70 persen warga NU
Jatim dan kader PKB, sebagian besar muslimat dan perempuan di Jatim
berpihak ke Khofifah," kata Muhaimin di Kantor DPW PKB Jatim, Surabaya,
Ahad (4/8).
Untuk mengantisipasi potensi kecurangan, dia menyatakan, baik PKB
ataupun Khofifah memiliki basis intelejen sebagai informan terselubung.
Dengan begitu, semua pergerakan akan menjurus pada indikasi tersebut
dapat diantisipasi.
Karena itu, Muhaimin akan melakukan penguatan saksi yang bertugas
mengawasi berlangsungnya Pemilukada Jatim Agustus mendatang. Selain itu,
beberapa tokoh juru kampanye Khofifah - Herman juga telah disiapkan
sebagai ikon pasangan tersebut.
Ketua Tim Pemenangan, Jazilul Fawaid menambahkan pihaknya sudah
mengatus strategi yang akan dijalankan dalam Pemilukada nanti. Beberapa
hari terakhir ini, PKB juga mengantisipasi potensi kecurangan melalui
proses verifikasi DPT.
Dia juga meminta, penyelenggara pemilukada diharapkan dapat mengawal
jalannya pemungutan suara secara baik. Meski mengaku telah memetakan
potensi titik rawan kecurangan suara, kata Jazilul, pihaknya belum
memiliki bukti dan temuan yang konkret.
| Reporter : Andi Ikhbal |
| Redaktur : Citra Listya Rini |
