INILAH.COM, Bondowoso - Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan
Bangsa (PKB) Kabupaten Bondowoso menolak memenangkan Khofifah Indar
Parawansa dalam pemilihan gubernur Jawa Timur. Pilihan tetap pada
pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf.
Pilihan PKB Bondowoso ini berbeda dengan garis Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB yang mendukung pasangan Khofifah dan Herman Sumawiredja. Ketua DPC PKB Bondowoso Ahmad Dhofir mengaku sudah menyampaikan pilihan tersebut. "Ini sikap. Akhirnya, Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jawa Timur memberikan dispensasi kepada Bondowoso dan Situbondo," katanya.
Peta politik saat pemilihan gubernur Jatim 2008 menunjukkan bahwa dua kabupaten itu adalah area kemenangan Karsa. Sementara Khofifah saat itu menang di Banyuwangi dan Jember.
Pilihan DPC PKB Bondowoso memilih Karsa tak lepas dari aspirasi arus bawah dan para kiai. Dhofir sudah berkonsultasi dengan sejumlah ulama utama di Bondowoso dan Situbondo yang memiliki pengaruh di eks Karesidenan Besuki. Ternyata para ulama itu memutuskan mendukung Karsa.
"Saya tidak mungkin berseberangan. Saya lihat arus bawah juga ke Karsa. Saya serap aspirasi di beberapa desa, mereka pilih Karsa," kata Dhofir.
PKB Bondowoso tak berani berseberangan dengan aspirasi para ulama setempat. Pemilihan legislatif dan gubernur hanya terpaut enam bulan. Perbedaan dukungan hanya akan memunculkan konflik yang berdampak buruk kepada PKB.
"Fokus saya pemenangan pemilu 2014. Persoalan jabatan gubernur atau bupati itu buah dari kemenangan partai. Percuma punya bupati dan gubernur, tapi partai tidak lolos Parliamentary Thresholds (ambang batas parlemen)," kata Dhofir. [beritajatim]
Pilihan PKB Bondowoso ini berbeda dengan garis Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB yang mendukung pasangan Khofifah dan Herman Sumawiredja. Ketua DPC PKB Bondowoso Ahmad Dhofir mengaku sudah menyampaikan pilihan tersebut. "Ini sikap. Akhirnya, Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jawa Timur memberikan dispensasi kepada Bondowoso dan Situbondo," katanya.
Peta politik saat pemilihan gubernur Jatim 2008 menunjukkan bahwa dua kabupaten itu adalah area kemenangan Karsa. Sementara Khofifah saat itu menang di Banyuwangi dan Jember.
Pilihan DPC PKB Bondowoso memilih Karsa tak lepas dari aspirasi arus bawah dan para kiai. Dhofir sudah berkonsultasi dengan sejumlah ulama utama di Bondowoso dan Situbondo yang memiliki pengaruh di eks Karesidenan Besuki. Ternyata para ulama itu memutuskan mendukung Karsa.
"Saya tidak mungkin berseberangan. Saya lihat arus bawah juga ke Karsa. Saya serap aspirasi di beberapa desa, mereka pilih Karsa," kata Dhofir.
PKB Bondowoso tak berani berseberangan dengan aspirasi para ulama setempat. Pemilihan legislatif dan gubernur hanya terpaut enam bulan. Perbedaan dukungan hanya akan memunculkan konflik yang berdampak buruk kepada PKB.
"Fokus saya pemenangan pemilu 2014. Persoalan jabatan gubernur atau bupati itu buah dari kemenangan partai. Percuma punya bupati dan gubernur, tapi partai tidak lolos Parliamentary Thresholds (ambang batas parlemen)," kata Dhofir. [beritajatim]
