INILAH.COM, Jakarta - Hari Raya Idul Fitri sebagai hari
kemenangan untuk berbenah diri dari hal-hal yang kurang baik. Makna
lebaran sebagai langkah awal bagi perbaikan atau mengintropeksi diri
dalam menjalankan tugas amanah rakyat.
Demikian makna lebaran bagi Menko Kesra Agung Laksono. Menurutnya, hari kemenangan ini sebagai momentum mengintropeksi diri bagi seluruh pejabat negara selama menjalankan tugas yang telah diamanahkan rakyat.
"Untuk mengintropeksi diri, kembali ke fitrah, mengintropeksi hal-hal yang selama ini dirasa kurang pas," kata Agung, Jakarta, Kamis (8/12/2013)
Disamping itu, di hari raya lebaran kali ini Ia mengaku khawatir berat badannya naik. Sebab, berbagai macam hidangan pavoritnya bisa mengganggu program menurunkan berat badan setelah menjalankan ibadah puasa.
"Puasa disamping menjalankan kewajiban, juga kebutuhan untuk mengurangi laju berat badan ya, justru kalau begini (Lebaran) saya khawatir lagi," kata Agung. [mes]
Demikian makna lebaran bagi Menko Kesra Agung Laksono. Menurutnya, hari kemenangan ini sebagai momentum mengintropeksi diri bagi seluruh pejabat negara selama menjalankan tugas yang telah diamanahkan rakyat.
"Untuk mengintropeksi diri, kembali ke fitrah, mengintropeksi hal-hal yang selama ini dirasa kurang pas," kata Agung, Jakarta, Kamis (8/12/2013)
Disamping itu, di hari raya lebaran kali ini Ia mengaku khawatir berat badannya naik. Sebab, berbagai macam hidangan pavoritnya bisa mengganggu program menurunkan berat badan setelah menjalankan ibadah puasa.
"Puasa disamping menjalankan kewajiban, juga kebutuhan untuk mengurangi laju berat badan ya, justru kalau begini (Lebaran) saya khawatir lagi," kata Agung. [mes]
