Headlines News :
Home » » Makna Mudik dan Idul Fitri Dimata Politisi PDIP

Makna Mudik dan Idul Fitri Dimata Politisi PDIP

Written By Unknown on Kamis, 08 Agustus 2013 | 18.26

INILAH.COM, Jakarta - Tradisi mudik lebaran jelang Idul Fitri, sudah menjadi budaya di Indonesia. Kota menjadi sangat sepi, dan desa menjadi ramai. Perekonomian di desa-desa berdenyut kencang.

"Seminggu ke depan perekonomian di desa akan semarak. Berbagai aktivitas mudik di lakukan dengan penuh bahagia, riang gembira, tangis haru, dan lain-lain," ujar politisi PDI Perjuangan, Dewi Aryani, Kamis (8/8/2013).

Namun, lanjut anggota Komisi VII DPR ini, setelahnya akan kembali lesu seperti sebelumnya. Rutinitas potret desa yang tidak pernah mendapatkan perhatian serius pemerintah.

Para pemudik akan kembali lagi ke perantauan, ke kota-kota besar untuk kembali berjibaku mencari rejeki dan menghadapi beban hidup yang menghimpit.

"Setidaknya puluhan ribu dari mereka mungkin akan menghadapi ancaman PHK sekaligus beban kenaikan berbagai harga yang kian menggerus beban para pekerja," jelasnya.

Menabung, menurut Dewi tetap harus menjadi budaya. Sekecil apapun, pendapatan menjelang lebaran sebaiknya di simpan sebagian.
"Dengan tekad baru yang fitri, mari budayakan kembali menabung, hidup hemat dan terus pacu produktivitas kinerja. Pemerintah belum bisa diandalkan menjadi sandaran solusi. Rakyat masih harus mencari selamat sendiri-sendiri," tegasnya.

Keprihatinan tahun ini harus menjadi cambuk pemulihan ideologi dan integritas para politisi yang akan bertarung pada pemilu 2014. "Kembali kepada cita-cita bernegara sesuai yang di amanatkan Bung Karno, maka kita semua akan menyadari bahwasanya rakyat haruslah menjadi tujuan utama," tandas Dewi. [gus]
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI