INILAH.COM, Jakarta - Meski menggelar konvensi calon presiden
(capres), Partai Demokrat masih belum yakin bisa mengusung capres di
Pilpres 2014 mendatang. Sebab, Demokrat masih terkendala dengan
Undang-undang (UU) Pilpres yang harus memenuhi 20 persen dari
keterwakilan di parlemen (parliamentary threshold).
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, meski seluruh kandidat diikat kontrak politik, namun belum dapat dipastikan akan bisa maju sebagai capres.
"Ini adalah salah satu loyalitas. Bahkan, sebelum konvensi semua calon harus menandatangani pakta integritas. Yang jelas, siapa yang menang akan menjadi calon dari Demokrat, tapi belum tentu jadi presiden," kata Roy, Jakarta, Kamis (8/8/2013).
Roy menjelaskan, alasan kenapa sang pemenang konvensi belum pasti menjadi capres karena untuk mengusung seorang calon harus memenuhi 20 persen dari keterwakilan di parlemen (parliamentary threshold).
"Kita realitis saja. Permasalahan yang ada memang mempengaruhi kondisi partai. Tapi, pelan pasti terus mengalami peningkatan," jelasnya.
Meski demikian, Roy berharap calon peserta konvensi partainya dari kalangan militer karena saat ini dinilai masih diperlukan tokoh-tokoh yang memiliki ketegasan.
"Saya berharap banyak tokoh nasional yang akan ikut konvensi. Dari kalangan sipil sudah banyak nama yang beredar, tapi dari kalangan militer saya nilai masih kurang," kata Roy.
Selama ini, kata dia, sudah ada nama dari kalangan militer yang berkembang yang disebut-sebut akan mengikuti konvensi Partai Demokrat , yakni mantan Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo.
Namun, tidak menuntup kemungkinan ada beberapa mantan petinggi militer lagi yang layak untuk mengikuti konvensi. Bahkan, ia menyebut nama mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto.
"Ini pendapat pribadi saya. Saya kira Pak Tarto cocok untuk diundang pada konvensi nanti," katanya di sela-sela acara silaturahim terbuka di Kompleks Widya Candra Jakarta.
Sementara itu untuk calon peserta konvensi yang berasal dari kalangan sipil mulai banyak bermunculan. Sebut saja ada nama Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, serta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.
"Ada juga nama Pak Gita Wirjawan. Untuk dari internal partai ada nama Pak Marzuki Alie. Yang jelas, Partai Demokrat mencari sosok yang diinginkan masyarakat," kata Roy. [ant]
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, meski seluruh kandidat diikat kontrak politik, namun belum dapat dipastikan akan bisa maju sebagai capres.
"Ini adalah salah satu loyalitas. Bahkan, sebelum konvensi semua calon harus menandatangani pakta integritas. Yang jelas, siapa yang menang akan menjadi calon dari Demokrat, tapi belum tentu jadi presiden," kata Roy, Jakarta, Kamis (8/8/2013).
Roy menjelaskan, alasan kenapa sang pemenang konvensi belum pasti menjadi capres karena untuk mengusung seorang calon harus memenuhi 20 persen dari keterwakilan di parlemen (parliamentary threshold).
"Kita realitis saja. Permasalahan yang ada memang mempengaruhi kondisi partai. Tapi, pelan pasti terus mengalami peningkatan," jelasnya.
Meski demikian, Roy berharap calon peserta konvensi partainya dari kalangan militer karena saat ini dinilai masih diperlukan tokoh-tokoh yang memiliki ketegasan.
"Saya berharap banyak tokoh nasional yang akan ikut konvensi. Dari kalangan sipil sudah banyak nama yang beredar, tapi dari kalangan militer saya nilai masih kurang," kata Roy.
Selama ini, kata dia, sudah ada nama dari kalangan militer yang berkembang yang disebut-sebut akan mengikuti konvensi Partai Demokrat , yakni mantan Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo.
Namun, tidak menuntup kemungkinan ada beberapa mantan petinggi militer lagi yang layak untuk mengikuti konvensi. Bahkan, ia menyebut nama mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto.
"Ini pendapat pribadi saya. Saya kira Pak Tarto cocok untuk diundang pada konvensi nanti," katanya di sela-sela acara silaturahim terbuka di Kompleks Widya Candra Jakarta.
Sementara itu untuk calon peserta konvensi yang berasal dari kalangan sipil mulai banyak bermunculan. Sebut saja ada nama Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, serta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.
"Ada juga nama Pak Gita Wirjawan. Untuk dari internal partai ada nama Pak Marzuki Alie. Yang jelas, Partai Demokrat mencari sosok yang diinginkan masyarakat," kata Roy. [ant]
