Headlines News :
Home » » Demokrasi Setengah Hati di Konvensi Demokrat

Demokrasi Setengah Hati di Konvensi Demokrat

Written By Unknown on Rabu, 14 Agustus 2013 | 10.36

INILAH.COM, Jakarta - Konvensi Partai Demokrat terus menjadi perbincangan khalayak. Sisi polemik jauh lebih dominan ketimbang apresiasi positif atas rencana tersebut. Mulai soal peserta, pendanaan hingga siapa penentu akhir capres hasil konvensi. Konvensi dituding demokrasi setengah hati.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menilai konvensi tidak menarik dan menjauhkan dari harapan untuk membuat terobosan mencari sosok pemimpin nasional. "Setidaknya ada lima faktor yang membuat konvensi Partai Demokrat tidak menarik," cetus Ray kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (13/8/2013).

Pertama, lanjut Ray, konvensi terlebih dahulu dipagari dengan ketetpan yang harus berpijak pada anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Demokrat. "Artinya keputusan Komite Konvensi harus berpatokan pada pasal 13 ayat 5 AD/ART yang menyatakan bahwa kewenangan menetapkan calon presiden Partai Demokrat tetap berada di tangan Ketua Majlis Tinggi Partai Demokrat," urai Ray.

Kondisi ini, imbuh Ray, konvensi hanyalah bunga-bunga Partai Demokrat yang seolah-eolah demokratis. Menurut dia, AD/ART yang memberi peran besar terhadap Ketua Majelis Tinggi dalam menentukan capres memberi isyarat substansi demokrasi sangat lemah. "Sekalipun dinyatakan secara lisan bahwa ketua majelis tinggi tidak akan memveto hasil konvensi, tapi hal itu tidak menjadi jaminan akan terlaksana," tambah Ray.

Selain itu, Ray juga menyinggung soal ketentuan pendaftaran yang menggunakan pola semi terbuka. Peserta konvensi yang bersifat undangan, kata Ray, memberi sinyal kompetisi dilakukan setengah hati. Menurut dia, undangan tersebut menyiratkan adanya kompetisi yang terdegradasi.

Yang terakhir menurut Ray, penetapan capres hasil konvensi melalui survei menjadikan semangat konvensi Partai Demokrat hanya menjadi ajang popularitas dan citra semata. "Ini dapat mengaburkan tujuan pencarian kandidat capres dengan visi Indonesia yang maju, bersih dan sejahtera," kritik Ray.

Sementara terpisah, menurut Ruhut Poltak Sitompul saat ini terdapat 10 kandidat peserta konvensi Partai Demokrat yang menyatakan kesediaannya maju dalam konvensi Partai Demokrat. Kesepuluh tokoh tersebut yakni Ketua DPR Mazruki Alie, Ketua DPD Irman Gusma, anggota Dewan Pembina Pramono Edhie, pengusaha Chairul Tanjung, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan Panglima TNI Djoko Santoso, dan mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto.

Ruhut mengatakan 10 tokoh tersebut memiliki rekam jejak yang baik, sehingga diharapkan konvensi bisa berdampak positif bagi elektabilitas Partai Demokrat di 2014. "Mereka tokoh yang bagus, diharapkan dapat mendongkrak, karena konvensi ini gagasan yang sangat brilian dari SBY. Jadi konvensi ini sangat serius dan siapa pun yang lolos sangat bisa mendongkrak dan dari nama-nama sekarang ini nama-nama yang pantas," jelas Ruhut.

Bekas Ketua MK Mahfud MD di Istana Negara usai menerima penghargaa Mahaputera Adipradana mengisyaratkan akan mengikuti konvensi Partai Demokrat. Meski telah dihubungi oleh petinggi Partai Demokrat, namun secara resmi dirinya belum menerima undangan dari Partai Demokrat. "Tetapi resminya kan sekarang belum jelas kalau mau ikut itu mendaftar kemana. Melampirkan apa, kemudian harus melakukan apa. Hanya diberitahu untuk ikut, nah kalau ikut itu langkah berikutnya apa belum ada pemberitahuan dari panitia konvensi," ujar Mahfud.

Pada Selasa (13/8/2013) ini, Komite Konvensi yang berjumlah 17 anggota melakukan rapat perdana di kantor Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) di Wsima Kodel, Jakarta Selatan. [mdr]
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI