VIVAnews - Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
(MPR), Amien Rais, mengkritisi tokoh-tokoh nasional yang berniat maju
sebagai calon presiden 2014. Menurut Amien, mereka harus menjadikan
perwujudan kedaulatan ekonomi negara sebagai tujuan nomor satu baru
kemudian yang lainnya.
"Kalau cuma slogan hukum ditegakkan, sekolah gratis, kemudian pasar-pasar tradisional diperbaiki, olahraga ditingkatkan, itu hanya cuap-cuap kosong. Tidak bisa diukur dengan nyata," kata Amien di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu 3 Agustus 2013.
Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku tidak keberatan siapa pun menjadi Presiden 2014, apakah kadernya sendiri yang merupakan Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa, Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Dahlan Iskan, atau Moh Mahfud MD.
Baginya, yang terpenting adalah mereka mampu melakukan renegosiasi dengan perusahaan-perusahaan asing di Indonesia.
"Kalau ada Pak Presiden yang berani dan bertekad melakukan negosiasi ulang terhadap kontrak karya, migas, bagi hasil non migas, seperti di Amerika Latin, saya akan mendukung siapa pun orangnya," ujarnya.
Amien berharap pimpinan nasional nanti tidak seperti masa lalu. Ia menilai, saat ini, bangsa Indonesia sesungguhnya terhina. Salah satu contoh yang lain, bahkan di kawasan regional seperti Asia Tenggara, dia melanjutkan, angkasa bagian barat Indonesia justru dikuasai Singapura.
"Kita kehilangan kedaulatan angkasa. Jadi, kalau Garuda, Lion, dan lain-lain membuat jadwal penerbangan di Singapura, ini penghinaan. Dan yang seperti ini harus diakhiri," katanya.
Meskipun demikian, Amien enggan mencari kambing hitam atas kondisi perekonomian dan kedaulatan yang dikuasai asing tersebut. Ia menilai bangsa Indonesia harus memikul tanggung jawab secara bersama-sama.
"Ini kesalahan kita semua. MPR diam, DPR diam, Presiden diam. Kita tidak usah saling menyalahkan, ini kesalahan kolektif kita," tuturnya. (art)
"Kalau cuma slogan hukum ditegakkan, sekolah gratis, kemudian pasar-pasar tradisional diperbaiki, olahraga ditingkatkan, itu hanya cuap-cuap kosong. Tidak bisa diukur dengan nyata," kata Amien di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu 3 Agustus 2013.
Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku tidak keberatan siapa pun menjadi Presiden 2014, apakah kadernya sendiri yang merupakan Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa, Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Dahlan Iskan, atau Moh Mahfud MD.
Baginya, yang terpenting adalah mereka mampu melakukan renegosiasi dengan perusahaan-perusahaan asing di Indonesia.
"Kalau ada Pak Presiden yang berani dan bertekad melakukan negosiasi ulang terhadap kontrak karya, migas, bagi hasil non migas, seperti di Amerika Latin, saya akan mendukung siapa pun orangnya," ujarnya.
Amien berharap pimpinan nasional nanti tidak seperti masa lalu. Ia menilai, saat ini, bangsa Indonesia sesungguhnya terhina. Salah satu contoh yang lain, bahkan di kawasan regional seperti Asia Tenggara, dia melanjutkan, angkasa bagian barat Indonesia justru dikuasai Singapura.
"Kita kehilangan kedaulatan angkasa. Jadi, kalau Garuda, Lion, dan lain-lain membuat jadwal penerbangan di Singapura, ini penghinaan. Dan yang seperti ini harus diakhiri," katanya.
Meskipun demikian, Amien enggan mencari kambing hitam atas kondisi perekonomian dan kedaulatan yang dikuasai asing tersebut. Ia menilai bangsa Indonesia harus memikul tanggung jawab secara bersama-sama.
"Ini kesalahan kita semua. MPR diam, DPR diam, Presiden diam. Kita tidak usah saling menyalahkan, ini kesalahan kolektif kita," tuturnya. (art)
