VIVAnews - Ketua Komisi Pemilihan Umum Hunsi Kamil Manik, berkomitmen melawan money politics dalam Pemilu 2014 mendatang. Menurutnya, masyarakat tidak bisa mengorbankan masa depan bangsa dengan uang recehan.
"Jangan mau diberi uang Rp100 ribu kemudian memilih orang yang berpotensi membawa keburukan, korupsi ketika memimpin," kata Husni di hadapan pelajar SMA di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa, 23 Juli 2013.
Husni mengaku punya strategi baru untuk melawan suap politik tersebut. Ia yakin cara ini jauh lebih ampuh daripada cara-cara sebelumnya yang sudah lebih dahulu populer.
"Ada istilah dulu, 'terima uangnya, jangan pilih orangnya'. Sekarang tidak. Jangan terima uangnya dan jangan pilih orangnya," katanya.
Husni mengimbau kepada pemilih pemula untuk menyampaikan petuahnya itu kepada orangtua masing-masing. Sementara sekolah, termasuk para guru, diimbau agar jangan mengarahkan siswanya.
"Gerakan ini dimulai dari individu, kemudian ke komunitas-komunitas dan akhirnya sampai ke masyarakat luas," terangnya.
Husni menambahkan gerakan serangan fajar akhir-akhir ini juga tidak malu-malu lagi alias transparan. Ia menyerukan untuk melawannya karena membahayakan bagi kelangsungan bangsa Indonesia.
"Idealisme itu harus tumbuh dan berkembang. Adik-adik buat spanduk, jangan terima uangnya dan jangan pilih orangnya," katanya. (umi)
"Jangan mau diberi uang Rp100 ribu kemudian memilih orang yang berpotensi membawa keburukan, korupsi ketika memimpin," kata Husni di hadapan pelajar SMA di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa, 23 Juli 2013.
Husni mengaku punya strategi baru untuk melawan suap politik tersebut. Ia yakin cara ini jauh lebih ampuh daripada cara-cara sebelumnya yang sudah lebih dahulu populer.
"Ada istilah dulu, 'terima uangnya, jangan pilih orangnya'. Sekarang tidak. Jangan terima uangnya dan jangan pilih orangnya," katanya.
Husni mengimbau kepada pemilih pemula untuk menyampaikan petuahnya itu kepada orangtua masing-masing. Sementara sekolah, termasuk para guru, diimbau agar jangan mengarahkan siswanya.
"Gerakan ini dimulai dari individu, kemudian ke komunitas-komunitas dan akhirnya sampai ke masyarakat luas," terangnya.
Husni menambahkan gerakan serangan fajar akhir-akhir ini juga tidak malu-malu lagi alias transparan. Ia menyerukan untuk melawannya karena membahayakan bagi kelangsungan bangsa Indonesia.
"Idealisme itu harus tumbuh dan berkembang. Adik-adik buat spanduk, jangan terima uangnya dan jangan pilih orangnya," katanya. (umi)
.jpg)