REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) meminta agar simpati dari masyarakat Indonesia terhadap kondisi
Mesir disalurkan dengan cara yang sesuai. Jangan sampai aksi simpatik
tersebut justru merugikan negara sendiri.
"Jangan persoalan di negara lain, kita sendiri ribut malah terjadi
sesuatu yang merugikan. Tolong jernih berpikirnya dengan demikian semua
berdasarkan akal sehat," katanya, Senin (29/7).
Ia membolehkan unjuk rasa untuk menunjukkan simpati dan kepedulian.
Tetapi, jangan sampai berujung hal
yang merugikan. Ia pun berpesan
kepada WNI di Mesir agar tidak melibatkan diri dalam konflik apa pun.
"Instruksi saya, jangan melibatkan diri dalam konflik apa pun. Jauhi
tempat-tempat membahayakan, kemudian pelihara komunikasi," katanya.
Saat ini, sejak Muhammadu Mursi digulingkan 3 Juli lalu, banyak orang
yang tewas akibat aksi protes yang berakhir dengan kekerasan. Sampai
saat ini, situasi di Mesir masih bergejolak. Demontrasi yang digelar
pendukung mantan presiden Mursi sering kali berakhir dengan bentrokan.
Bentrokan terakhir terjadi pada Jumat (26/7) malam waktu setempat.
Lebih dari 100 orang dilaporkan tewas saat pendukung Presiden Morsi
menggelar aksi protes di Kairo. Kekerasan juga berlangsung di kota
terbesar kedua Mesir, yakni Alexandria. Di kota tersebut sedikitnya 10
orang tewas akibat bentrokan dua kubu yang bertikai.
| Reporter : Esthi Maharani |
| Redaktur : Mansyur Faqih |
