TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) masih ragu menggelar konvensi calon presiden. Gelaran
yang dahulu digembar-gemborkan kini mulai meredup.
"PPP mengatakan untuk rekruitmen capres PPP akan melaksanakan
konvensi setelah ditimbang ada satu pengalaman yakni Golkar," kata Ketua
Umum PPP Suryadharma Ali di sela-sela acara berbuka bersama di
kediamannya, Jakarta, Selasa (16/7/2013).
Suryadharma menjelaskan saat itu Golkar melakukan konvensi ketika
partai tersebut terpuruk. Golkar juga menggelar konvensi dengan peserta
dari kader internal.
"Kalau hanya internal PPP melakukan konvensi kan mudah ditebak pemenangnya siapa," ujar Menteri Agama itu.
Ia mengatakan PPP dapat melaksanakan konvensi secara terbuka asalkan
syarat-syarat terpenuhi. Salah satunya ambang batas presiden yang harus
diturunkan. Ambang batas presiden kini berada di angka 20 persen kursi
di DPR atau 25 persen suara nasional.
"Kalau terbuka terus terpilih calonnya tapi perolehan kursi tidak cocok bagaimana," katanya.
PPP sendiri menargetkan angka 12 persen perolehan suara pada Pemilu 2014.
"Kalau diubah disamakan dengan parliamentery treshold sebesar 3,5
persen atau tidak pakai prosesntase jadi setiap partai bisa mengusung
calon presiden. PPP akan melakukan konvensi terbuka karena peluangnya
ada. Masa PPP engga sampai engga mungkin," ujarnya.
Berkaca pada kondisi di atas, kata Suryadharma maka PPP belum dapat
memutuskan secara formal siapa yang akan diusung sebagai calon presiden
atau calon wakil presiden.
"Secara formal mengambil keputusuan mendukung capres-cawapres atau koalisi melalui rapimnas," tukasnya.
