![]() |
| Anggota Komisi X DPR RI Reni Marlinawati |
INILAH.COM, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI Reni
Marlinawati menyesalkan kejadian meninggalnya siswa dalam kegiatan Masa
Orientasi Siswa (MOS) di Bantul, Yogyakarta.
Reni Marlinawati mengatakan pihaknya menyesalkan meninggalnya Puspita, siswi SMK 1 Pandak Kabupaten Bantyl, DIY usai menjalani hukuman yang diberikan siswa pada Jumat (19/7/2013) lalu. "Saya sangat menyesalkan peristiwa wafatnya siswa saat MOS yang selalu berulang setiap tahun," ujar Reni di Jakarta, Minggu (21/7/2013).
Menurut Wakil Sekretaris Fraksi PPP DPR RI ini, pemerintah harus bersikap tegas terhadap sekolah yang masih kedapatan dalam melaksanakan MOS dengan pendekatan fisik. "Harus diberi sanksi keras," imbuh Reni.
Lebih lanjut Reni mengatakan sejak awal pelaksanaan MOS, semestinya panitia telah mengetahui jejak rekam medik peserta MOS. Dengan data rekam jejak medik siswa, kata Reni, panitia dapat memberi perlakuan khusus kepada mereka yang memang memiliki jejak rekam medik kurang bagus.
Reni Marlinawati mengatakan pihaknya menyesalkan meninggalnya Puspita, siswi SMK 1 Pandak Kabupaten Bantyl, DIY usai menjalani hukuman yang diberikan siswa pada Jumat (19/7/2013) lalu. "Saya sangat menyesalkan peristiwa wafatnya siswa saat MOS yang selalu berulang setiap tahun," ujar Reni di Jakarta, Minggu (21/7/2013).
Menurut Wakil Sekretaris Fraksi PPP DPR RI ini, pemerintah harus bersikap tegas terhadap sekolah yang masih kedapatan dalam melaksanakan MOS dengan pendekatan fisik. "Harus diberi sanksi keras," imbuh Reni.
Lebih lanjut Reni mengatakan sejak awal pelaksanaan MOS, semestinya panitia telah mengetahui jejak rekam medik peserta MOS. Dengan data rekam jejak medik siswa, kata Reni, panitia dapat memberi perlakuan khusus kepada mereka yang memang memiliki jejak rekam medik kurang bagus.
"Sehingga dalam MOS dapat dipilahkan mana yang fisiknya kuat dan mana yang lemah," tandas Reni.
Diketahui, korban yang meniunggal, Puspita memiliki jejak rekam penyakit epilepsi.[man]
