![]() |
| Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif |
INILAH.COM, Jakarta - Meski menuai pro-kontra, konvensi Partai
Demokrat tetap membuat publik politik penasaran. Teranyar, bos Lion Air
pun, Rusdi Kirana, dikabarkan mau ambil bagian dalam konvensi itu.
Bagaimana kemungkinannya?
Kabar seputar rencana Bos Lion
Air, Rusdi Kirana, yang akan ikut Konvensi Calon Presiden Partai
Demokrat mendapat respons positif. Konvensi bakal semakin menarik kalau
betul taipan yang bergerak di bidang jasa penerbangan itu akan ikut
dalam penjaringan capres Partai Demokrat.
Mantan Ketua Umum PP
Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif melihat, meski konvensi itu memang
mengandung potensi ‘hiburan politik’, hasil akhirnya mungkin masih
dilirik oleh masyarakat politik. Berbagai kalangan tidak kaget kalau
akhirnya betul bos Lion Air Rusdi Kirana ikut dalam konvensi calon
presiden yang digelar Partai Demokrat.
Buya Syafii Maarif pun
mendukung bila Rusdi ikut meramaikan konvensi partai yang dipimpin
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. "Biarkan saja konvensi. Kan nggak
ada yang aneh. Jadi biar saja," kata Syafii Maarif .
Buya Syafii
melihat Rusdi Kirana memang tak pernah bersinggungan dengan politik.
Tapi, bos Lion Air itu punya sumber daya ekonomi. "Orang baru, kalau
punya uang, gimana. Ini kan hiburan politik juga namanya. Jangan terlalu
diseriusi, tapi juga jangan apriori" ujarnya.
Rusdi santer
dikabarkan menjalin komunikasi dengan elit Partai Demokrat. Bahkan, pada
acara pembekalan seluruh calon anggota legislatif DPRD
Kabupaten/Kota/Provinsi maupun pusat daerah pemilihah Sulawesi Selatan,
Mei lalu, Rusdi Kirana tampak hadir. Saat itu, Ketua Harian Partai
Demokrat Sjarief Hasan yang memberikan materi pembekalan.
Direktur
Eksekutif Institute for Transformation Studies (Intrans), Saiful Haq
menilai Rusdi Kirana adalah sosok pengusaha yang unik. Dia tidak pernah
ikut dalam kancah politik karena semua perhatiannya dicurahkan untuk
membesarkan Lion Air. "Dalam hal ini dia menjadi salah satu anak bangsa
yang diperhitungkan oleh aktor bisnis di kawasan Asia maupun
internasional. Rusdi Kirana adalah aset bangsa yang strategis," ungkap
Saiful Haq.
Bagi Saiful, akan sangat positif jika Rusdi Kirana
ikut dalam konvensi Demokrat. Dia bahkan bisa menjadi kuda hitam. Rusdi
Kirana jelas menarik perhatian dari segi kapital dan motivasi di balik
pencalonannya.
Meski berbagai kalangan skeptis dengan konvensi
Demokrat karena dibayangi ‘peran besar Cikeas’ untuk memenangkan jagonya
dalam konvensi, keikutsertaan Rusdi Kirana dalam konvensi akan membuat
konvensi Demokrat itu terdongkrak.
Ibaratnya, Demokrat terbang
dengan Lion, berbiaya relatif murah dan gerak-gerik politik menjadi
lumrah. Itulah politik untuk mendongkrak citra dan suara, dengan cara
cerdik. Hasil akhirnya, silakan publik meraba-raba, siapa untuk apa,
siapa mendapatkan siapa dan apa, lalu apa manfaatnya. Inilah demokrasi
liberal yang instrumental dimana semuanya mudah diperoleh secara
transaksional. Lumrah, bukan? [berbagai sumber]
