INILAH.COM, Jakarta - Seluruh jajaran kader Partai Demokrat baik
dari Fraksi Demokrat DPR hingga kader-kader di daerah, melaksanakan
buka puasa bersama di kediaman Ketua Umum DPP PD Susilo Bambang
Yudhoyono di Cikeas Bogor Jawa Barat. Apa pesan SBY?
Dihadapan para kader tersebut, SBY meminta agar seluruh kader PD kembali ke khittah perjuangan partai. "SBY ingatkan kader politik cerdas, bersih, santun (CBS). Itulah khittah politik PD sejak lahir," jelas Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepada INILAH.COM, Sabtu (27/7/2013).
Partai Demokrat sempat mengalami prahara yang cukup panjang terkait dengan kasus korupsi sejumlah elitnya. Hingga kemudian, Ketua Umum DPP Anas Urbaningrum ketika itu, ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK.
"PD memasuki lembaran baru, dengan politik bersih. Kami juga harus cerdas, tak boleh keluh-kesah, tapi solutif lah. Beri kontribusi untuk rakyat, jangan meratapi kegelapan dan memendam kekecewaan," jelas Ramadhan.
Kasus-kasus itu, dianggap sebagai kisah kelam partai. Kisah kelam ini diminta tidak terulang lagi. Kini, Partai Demokrat jelas SBY harus optimis menempuh masa depan yang terang.
"Masa kelam sudah berlalu, habis gelap terbitlah terang. Optimisme dibangun. Terakhir, santun, kader fokus memajukan yang baik, menjaga tutur kata, sikap, tingkah laku. Tak perlu ikut arus mencemooh dan meributkan parpol lain. Santun saja, lebih-lebih rakyat pun suka," jelas Ramadhan mengakhiri. [gus]
Dihadapan para kader tersebut, SBY meminta agar seluruh kader PD kembali ke khittah perjuangan partai. "SBY ingatkan kader politik cerdas, bersih, santun (CBS). Itulah khittah politik PD sejak lahir," jelas Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepada INILAH.COM, Sabtu (27/7/2013).
Partai Demokrat sempat mengalami prahara yang cukup panjang terkait dengan kasus korupsi sejumlah elitnya. Hingga kemudian, Ketua Umum DPP Anas Urbaningrum ketika itu, ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK.
"PD memasuki lembaran baru, dengan politik bersih. Kami juga harus cerdas, tak boleh keluh-kesah, tapi solutif lah. Beri kontribusi untuk rakyat, jangan meratapi kegelapan dan memendam kekecewaan," jelas Ramadhan.
Kasus-kasus itu, dianggap sebagai kisah kelam partai. Kisah kelam ini diminta tidak terulang lagi. Kini, Partai Demokrat jelas SBY harus optimis menempuh masa depan yang terang.
"Masa kelam sudah berlalu, habis gelap terbitlah terang. Optimisme dibangun. Terakhir, santun, kader fokus memajukan yang baik, menjaga tutur kata, sikap, tingkah laku. Tak perlu ikut arus mencemooh dan meributkan parpol lain. Santun saja, lebih-lebih rakyat pun suka," jelas Ramadhan mengakhiri. [gus]
