INILAH.COM,
Jakarta - Para loyalis Anas Urbningrum terus menyerang Demokrat. Kali
ini, menyerang dengan isu nepoisme di daftar bakal caleg 2014. Apa
sanggahan Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas terhadap kritikan ini?
Ibas tidak menampik semua tudingan bahwa banyak bacaleg 2014 adalah keluarga. Ada 15 yang terdeteksi sebagai keluarga dekat Cikeas. "Sejak 2001 ketika Partai Demokrat baru berdiri, terus terang tidak ada yang melirik dan mau bergabung. Yang mau dan berani bergabung adalah sejumlah tokoh dan keluarga, (isteri, kakak, adik). Setelah itu mereka aktif berkarier, jadi anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/Kota dari FPD. Kalau mereka berlanjut lagi, seperti suami-isteri, kakak-adik jadi anggota DPR RI/DPRD lagi, maka itu hak mereka,” terang Ibas dalam keterangan resminya, Senin (6/5/2013).
Ibas beralasan, Partai Demokrat secara objektif dan transparan juga membuka peluang bagi masyarakat umum untuk berjuang melalui Partai Demokrat.
"Selain kader yang sudah aktif, Partai Demokrat juga membuka peluang bagi non kader, meskipun jumlahnya hanya sekitar 10 persen untuk berjuang melalui Partai Demokrat,” tambahnya.
Ibas membantah tudingan dari loyalis Anas bahwa penetapan bacaleg Demokrat tidak transparan. Orang-orang terdekat saja yang diprioritaskan. Sisanya, termasuk loyalis Anas, dibuang.
"Partai Demokrat telah menerapkan sistem recruitment dan penentuan Daftar Calon Sementara (DCS) secara transparan dan objektif. Dalam menyusun DCS, Partai Demokrat menggunakan sistem yang rapi dan persyaratan yang ketat. Proses penjaringan pun berlapis dan diseleksi awal oleh tim satgas penjaringan, dan kemudian oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat (MTP)," katanya beralasan.
"DPP Partai Demokrat juga melibatkan DPD-DPD Partai Demokrat seluruh Indonesia sehingga nama-nama yang masuk DCS terpilih itu bukan karena hubungan keluarga,” pinta Ibas.
Seperti diberitakan sebelumnya, nepotisme daftar caleg terjadi di Partai Demokrat. Berikut ini adalah nama-nama caleg yang diduga dibangun atas dasar nepotisme:
1.Edhi Baskoro Yudhoyono (anak SBY) Jatim VII.
2. Sartono Hutomo (sepupu SBY) Jatim VII.
3. Hartanto Edhi Wibowo (adik ipar SBY) Banten III.
4. Agus Hermanto (adiknya ipar SBY) Jateng I.
5. Nurcahyo Anggorojati (anaknya Hadi Utomo yg juga ipar SBY) Jateng VI.
6.Lintang Pramesti (anak Agus Hermanto) Jabar VIII.
7. Putri Permatasari (keponakan Agus Hermanto) Jateng I.
8. Dwi Astuti Wulandari (anak Hadi Utomo) DKI I.
9. Mexicana Leo Hartanto (keponakan SBY) DKI I.
10. Decky Hardijanto (keponakan Hadi Utomo) Jateng V.
11. Indri Sulistiyowati (keponakan Hadi Utomo) NTB.
12. Sumardani (suami Indri Sulistiyowati) Riau I.
13. Agung Budi Santoso (keluarga Hadi Utomo) Jabar I.
14. Sri Hidayati (adik ipar Agung BS).
15. Putut Wijanarko (suami Sri Hidayati) Jatim VI.
Ibas tidak menampik semua tudingan bahwa banyak bacaleg 2014 adalah keluarga. Ada 15 yang terdeteksi sebagai keluarga dekat Cikeas. "Sejak 2001 ketika Partai Demokrat baru berdiri, terus terang tidak ada yang melirik dan mau bergabung. Yang mau dan berani bergabung adalah sejumlah tokoh dan keluarga, (isteri, kakak, adik). Setelah itu mereka aktif berkarier, jadi anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/Kota dari FPD. Kalau mereka berlanjut lagi, seperti suami-isteri, kakak-adik jadi anggota DPR RI/DPRD lagi, maka itu hak mereka,” terang Ibas dalam keterangan resminya, Senin (6/5/2013).
Ibas beralasan, Partai Demokrat secara objektif dan transparan juga membuka peluang bagi masyarakat umum untuk berjuang melalui Partai Demokrat.
"Selain kader yang sudah aktif, Partai Demokrat juga membuka peluang bagi non kader, meskipun jumlahnya hanya sekitar 10 persen untuk berjuang melalui Partai Demokrat,” tambahnya.
Ibas membantah tudingan dari loyalis Anas bahwa penetapan bacaleg Demokrat tidak transparan. Orang-orang terdekat saja yang diprioritaskan. Sisanya, termasuk loyalis Anas, dibuang.
"Partai Demokrat telah menerapkan sistem recruitment dan penentuan Daftar Calon Sementara (DCS) secara transparan dan objektif. Dalam menyusun DCS, Partai Demokrat menggunakan sistem yang rapi dan persyaratan yang ketat. Proses penjaringan pun berlapis dan diseleksi awal oleh tim satgas penjaringan, dan kemudian oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat (MTP)," katanya beralasan.
"DPP Partai Demokrat juga melibatkan DPD-DPD Partai Demokrat seluruh Indonesia sehingga nama-nama yang masuk DCS terpilih itu bukan karena hubungan keluarga,” pinta Ibas.
Seperti diberitakan sebelumnya, nepotisme daftar caleg terjadi di Partai Demokrat. Berikut ini adalah nama-nama caleg yang diduga dibangun atas dasar nepotisme:
1.Edhi Baskoro Yudhoyono (anak SBY) Jatim VII.
2. Sartono Hutomo (sepupu SBY) Jatim VII.
3. Hartanto Edhi Wibowo (adik ipar SBY) Banten III.
4. Agus Hermanto (adiknya ipar SBY) Jateng I.
5. Nurcahyo Anggorojati (anaknya Hadi Utomo yg juga ipar SBY) Jateng VI.
6.Lintang Pramesti (anak Agus Hermanto) Jabar VIII.
7. Putri Permatasari (keponakan Agus Hermanto) Jateng I.
8. Dwi Astuti Wulandari (anak Hadi Utomo) DKI I.
9. Mexicana Leo Hartanto (keponakan SBY) DKI I.
10. Decky Hardijanto (keponakan Hadi Utomo) Jateng V.
11. Indri Sulistiyowati (keponakan Hadi Utomo) NTB.
12. Sumardani (suami Indri Sulistiyowati) Riau I.
13. Agung Budi Santoso (keluarga Hadi Utomo) Jabar I.
14. Sri Hidayati (adik ipar Agung BS).
15. Putut Wijanarko (suami Sri Hidayati) Jatim VI.
