Headlines News :
Home » » Peran Parpol Lebih Besar daripada Caleg

Peran Parpol Lebih Besar daripada Caleg

Written By Unknown on Rabu, 31 Juli 2013 | 10.55

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil akhir pemilu sangat ditentukan kekuatan parpol, sementara para calon legislatif hanya berpengaruh terhadap perolehan suara akhir.
Pernyataan itu disampaikan Lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI) merilis hasil jajak pendapatnya tentang perbandingan hasil akhir pemilu yang banyak ditentukan partai daripada calon legislatifnya.

"Calon memiliki peran terhadap suara partai tapi kontribusinya sangat kecil bila dibandingkan dengan kekuatan partai itu sendiri," kata Direktur Eksekutif IPI, Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Selasa (30/7).

Burhanuddin mengatakan, para caleg hanya sedikit pengaruhnya terhadap perolehan suara. Artinya, sebagian besar caleg biasanya mendompleng popularitas partai. "Hal itu wajar terjadi karena partai biasanya telah lebih dulu hadir di tengah masyarakat daripada calegnya. Caleg biasanya tampil ke publik menjelang pemungutan suara atau saat sudah ditetapkan sebagai figur yang resmi untuk berkompetisi dalam pemilu," papar Burhanuddin.

IPI mendapati hasil survei pada 2013 konsisten dengan temuan pada waktu menjelang Pemilu 2009. Ia mencontohkan Puan Maharani yang hanya mendapatkan 18 persen suara dukungan ketika namanya disodorkan kepada responden tanpa menyertakan institusi parpol.

Angka itu naik ke 46 persen ketika responden memilih PDI Perjuangan dalam kuesioner yang tidak menyertakan nama putri Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri itu.
Dukungan naik menjadi 48 persen dukungan responden, ketika pertanyaan tersebut mencantumkan nama Puan Maharani dan institusi PDI Perjuangan.

Kuesioner dirancang serupa dengan kertas suara pemilu dan memberikan jaminan kerahasiaan kepada responden. Pada jajak pendapat tahun 2009, perbandingan koefisien calon dengan partai adalah masing-masing 0,195 berbanding 0,876.

Sedangkan koefisien pada 2013 ada dalam angka 0,157 berbanding 0,962. Pendek kata koefisien pengaruh partai terhadap raihan suara hasil akhir pemilu lebih besar dipengaruhi partai politik.

Kesimpulan jajak pendapat IPI tersebut tidak menunjukkan perubahan berarti karena peran parpol tetap besar dalam hasil akhir pemilu. Namun, terdapat temuan kasuistik seperti Dede Yusuf sebagai seorang calon dari Partai Demokrat.

Popularitas mantan bintang film laga tersebut mendapati dukungan publik 41 persen ketika kuesioner tidak menyertakan institusi PD. Kemudian angka turun menjadi 16 persen apabila hanya mencantumkan nama PD dan naik menjadi 24 persen setelah kuesioner berisi kombinasi Dede Yusuf dan Partai Demokrat.

Survei IPI tersebut dilaksanakan pada April 2013 di 45 daerah pemilihan di Pulau Jawa, Provinsi Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Data didapat dari wawancara tatap muka dengan responden. IPI mengambil 400 orang yang memiliki hak pilih pada 45 dapil sebagai sampel penelitian.



Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI