INILAH.COM, Jakarta - Publik masih khawatir jika
konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat tidak akan independen
karena dimungkinkan ada intervensi dari partai ini. Ketua Komite
Konvensi Capres Partai Demokrat Maftuh Basyuni mengakui hal itu, Selasa
(30/7/2013).
Untuk itu, Maftuh meminta Partai Demokrat tidak mendikte komite apalagi ikut campur. Biarkan komite bekerja secara independen tanpa intervensi Demokrat.
"Yang pasti saya ingin komite independen dan bebas dari pengaruh partai dalam proses ini," tandasnya.
Banyak pihak menilai, hasil konvensi tetap ada campur tangan SBY. Sebab, komite bertanggung jawab pada SBY namun Partai Demokrat membantahnya.
Untuk itu, Maftuh meminta Partai Demokrat tidak mendikte komite apalagi ikut campur. Biarkan komite bekerja secara independen tanpa intervensi Demokrat.
"Yang pasti saya ingin komite independen dan bebas dari pengaruh partai dalam proses ini," tandasnya.
Banyak pihak menilai, hasil konvensi tetap ada campur tangan SBY. Sebab, komite bertanggung jawab pada SBY namun Partai Demokrat membantahnya.
Sebagaimana
diketahui, terkait rencana konvensi capres telah terbantuk 18 anggota
komite konvensi yang diketahui Maftuh Basyuni, mantan Menteri Agama RI.
Sejauh ini sejumlah nama peserta konvensi telah bermunculan di antaranya
Pramono Edhie, Irman Gusman, Marzuki Alie, Hayono Isman, Dino Pati
Jalal, Gita Wirjawan, dan Dahlan Iskan.
Namun, disisi lain ada
juga calon peserta yang menimbang-nimbang ikut dalam ajang tersebut. Di
antaranya mantan Ketua MK Mahfud MD, dan Yusril Ihza Mahendra. Namun,
kedua tokoh ini lebih mungkin tidak ikut dalam konvensi capres itu
karena berbagai alasan. Yusril, misalnya, bersedia ikut dengan syarat
kalau ia memenangi konvensi dirinya menginginkan jabatan ketua umum
Partai Demokrat. Dia juga tidak mau meninggalkan partainya yaitu PBB.
[yeh]
