INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Max
Sopacua menilai pemasangan spanduk dukungan terhadap Pramono Edhie
Wibowo sebagai Capres Partai Demokrat adalah hal yang wajar dan sah.
"Mau dipasang tidak ada urusan dengan DPP, misalnya, sekarang mau dari kelompok mana mendukung, tidak apa-apa, tidak ada larangan," ujar Max, di Jakarta, Kamis (25/7/2013).
Max mengaku pemasangan spanduk dukungan terhadap Pramono Edhie sebagai capres bukanlah dari DPP Partai Demokrat namun datang dari sayap partai ini.
Pemasangan spanduk itu dinilai sebagai bentuk aspirasi dari para kader terhadap rencana masuknya Pramono Edhie di konvensi Capres Partai Demokrat.
"Pokoknya itu aspiraasi dari masyarakat organisasi sayap. Kenapa kita tidak dipermasalahkan buruh dukung Jumhur, kenapa ketika Pramono Edhie dipermasalahkan?," tandasnya.
Max menegaskan dukungan kepada kader yang maju di konvensi belum bisa dipastikan bisa menjadi capres secara otomatis. Sebab yang menentukan adalah proses konvensi itu sendiri. "Siapapun boleh mendukung. Toh nantinya akan diproses dalam konvensi kan," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, baru-baru ini muncul spanduk dukungan dari organisasi sayap Partai Demokrat, yakni Barisan Massa Demokrat (BMD). Spanduk dukungan terpampang persis di depan pintu masuk kompleks DPR/MPR/DPD Senayan.
Dalam spanduk yang berukuran 1,5 kali delapan meter itu bertuliskan "Keluarga Besar Barisan Massa Demokrat Seluruh Indonesia Mendukung Penuh Pencalonan Bpk. Pramono Edhie Wibowo sebagai capres 2014." [yeh]
"Mau dipasang tidak ada urusan dengan DPP, misalnya, sekarang mau dari kelompok mana mendukung, tidak apa-apa, tidak ada larangan," ujar Max, di Jakarta, Kamis (25/7/2013).
Max mengaku pemasangan spanduk dukungan terhadap Pramono Edhie sebagai capres bukanlah dari DPP Partai Demokrat namun datang dari sayap partai ini.
Pemasangan spanduk itu dinilai sebagai bentuk aspirasi dari para kader terhadap rencana masuknya Pramono Edhie di konvensi Capres Partai Demokrat.
"Pokoknya itu aspiraasi dari masyarakat organisasi sayap. Kenapa kita tidak dipermasalahkan buruh dukung Jumhur, kenapa ketika Pramono Edhie dipermasalahkan?," tandasnya.
Max menegaskan dukungan kepada kader yang maju di konvensi belum bisa dipastikan bisa menjadi capres secara otomatis. Sebab yang menentukan adalah proses konvensi itu sendiri. "Siapapun boleh mendukung. Toh nantinya akan diproses dalam konvensi kan," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, baru-baru ini muncul spanduk dukungan dari organisasi sayap Partai Demokrat, yakni Barisan Massa Demokrat (BMD). Spanduk dukungan terpampang persis di depan pintu masuk kompleks DPR/MPR/DPD Senayan.
Dalam spanduk yang berukuran 1,5 kali delapan meter itu bertuliskan "Keluarga Besar Barisan Massa Demokrat Seluruh Indonesia Mendukung Penuh Pencalonan Bpk. Pramono Edhie Wibowo sebagai capres 2014." [yeh]
