MAKASSAR - Sikap otoriter korwil pemenangan Sulawesi
DPP Partai Golkar Nurdin Halid yang memilih adik kandungnya Kadir Halid
sebagai pendamping Supomo di Pilkada Makassar mendatang dipastikan akan
menimbulkan perpecahan di internal golkar.
Otoriter tersebut tergambar tatkala beberapa ketua DPD II Golkar di
sejumlah daerah di Sulsel sudah dipecat diantaranya ketua DPD II
Enrekang La Tinro dan Ketua DPD Parepare Zain Katoe.
Bahkan masih ada nama-nama yang akan menyusul dipecat jika penetapan
pasangan calon kepala daerah di lawan sejumlah kader Golkar.
Mereka yang terancam dipecat antara lain, Ketua DPRD Pinrang Darwis
Bastaman, Ketua DPD II Pinrang Abdi Baramuli, Ketua DPD Jeneponto
Burhanuddin Baso Tika.
Dan bukan cuma ketua DPD II saja yang akan dipecat, melainkan ketua
DPRD kabupaten Jeneponto Mulyadi Mustamu Ketua DPRD Sidrap A.Sukri
Baharman juga menyusul akan dipecat jika tetap maju tanpa melalui partai
Golkar.
Otoriter inilah yang akan membuat Golkar terpojok dalam pemilihan
kepala daerah mendatang, apa lagi pemilihan kepala daerah adalah tolak
ukur kekuatan golkar menghadapi pileg mendatang.
"Ini ancaman besar bagi Golkar kalau Nurdin diberi ruang, sehingga
sebaiknya ketua DPD I juga menunjukkan kekuatannya untuk menghalau
keinginan Nurdin membangun politik dinasti," ungkap dosen politik
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Firdaus menilai, kalau kejadian ini terus menjamur atau dibiarkan
maka hal itu akan merugikan Golkar utamanya dalam memenangkan Abu Rizal
Bakri sebagai presiden.
Di ketahui lumbung suara golkar cuma ada di Sulsel, sehingga fenomena
semacam ini akan berimbas. Lagi pula jika golkar kalah dalam pilkada
daerah yang perhatian adalah ketua DPD II dan DPD I yang dianggap tidak
bekerja memenangkan golkat.
Padahal penetapan DPP yang salah dalam pasangan calon, jadi DPD II
dan DPD I nantinya akan menjadi kambing hitam dari perbuatan hitam
korwil wilayah sulawesi.
"Masa survei dan mekanisme menjadi dasar sering di hembuskan Nurdin
dalam penetapan calon, namun yang terjadi adalah pelanggaran mekanisme
yang terkesan di biarkan," tambah Firdaus.
Sehingga menurutya, jika golkar inginkan keberhasilan di pilkada
daerah, sebaiknya Nurdin di pindahkan menjadi korwil diluar sulawesi,
agar penguatan golkar di daerah lain nantinya akan dapat menjadi lumbung
suara Golkar.
