Sejumlah
mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan berunjuk
rasa menolak kenaikan Bahan bakar minyak (BBM) di Fly Over, Makassar.
Selasa (30/4/2013). Dalam Aksi ini mahasiswa membawa jergen kosong
sebagi simbol kenaikan BBM yang akan menyengsarakan rakyat. (TRIBUN
TIMUR/SANOVRA JR)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi Partai
Kebangkitan Bangsa(PKB) Marwan Jafar mengaku prihatin atas adanya
rencana menaikkan harga bahan bakar minyak(BBM). Rencana itu katanya
bisa membuat beban rakyat miskin semakin berat.
Setiap ada
rencana kenaikan harga BBM, sudah dapat dipastikan adanya kenaikan harga
sembako. Kita sangat prihatin dan empati terhadap rakyat miskin. Beban
mereka semakin berat," kata Marwan, melalui siaran pers yang diterima
wartawan, Jakarta, Minggu (12/5/2013) malam.
Marwan mengatakan, seharusnya pemerintah bisa memberikan langkah-langkah antisipasi saat akan menaikkan harga BBM. Misalnya, pengendalian
harga berbagai kebutuhan pokok terutama sembako dan operasi pasar
sekaligus sehingga dapat mengurangi praktik-praktik spekulan yang tidak
bertanggung jawab yang mengakibatkan semakin menambah beban ekonomi
rakyat miskin."Ini menambah beban ekonomi rakyat miskin yang mayoritas di pedesaan dan pinggiran kota,"ujar Marwan..
Anggota Komisi V DPR ini juga mengatakan, rencana menaikkan harga BBM bersubsidi belakangan ini sudah jelas berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok terutama sembako.
Kata
Marwan, langkah antisipatif dari pemerintah dirasa sangat penting
dilakukan sebagai konsekuensi logis terhadap rencana kebijakan menaikkan
harga BBM.
Menurut Ketua DPP PKB ini, jika pemerintah tidak
segera melakukan pengendalian harga dan operasi pasar sekaligus, maka
dikhawatirkan akan memicu berbagai dampak sosial yang dimanfaatkan oleh
pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat memicu berbagai
kerawanan sosial.
"Pengendalian harga sembako harus selalu dilakukan pemerintah seiring dengan adanya rencana kenaikan harga BBM untuk mengantisipasi kemungkinan dampak buruk tersebut," ujarnya.
Penulis: Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi Partai
Kebangkitan Bangsa(PKB) Marwan Jafar mengaku prihatin atas adanya
rencana menaikkan harga bahan bakar minyak(BBM). Rencana itu katanya
bisa membuat beban rakyat miskin semakin berat.
"Setiap ada rencana kenaikan harga BBM, sudah dapat dipastikan adanya kenaikan harga sembako. Kita sangat prihatin dan empati terhadap rakyat miskin. Beban mereka semakin berat," kata Marwan, melalui siaran pers yang diterima wartawan, Jakarta, Minggu (12/5/2013) malam.
Marwan mengatakan, seharusnya pemerintah bisa memberikan langkah-langkah antisipasi saat akan menaikkan harga BBM.
Misalnya,pengendalian harga berbagai kebutuhan pokok terutama sembako dan operasi pasar sekaligus sehingga dapat mengurangi praktik-praktik spekulan yang tidak bertanggung jawab yang mengakibatkan semakin menambah beban ekonomi rakyat miskin.
"Ini menambah beban ekonomi rakyat miskin yang mayoritas di pedesaan dan pinggiran kota,"ujar Marwan.
Anggota Komisi V DPR ini juga mengatakan, rencana menaikkan harga BBM bersubsidi belakangan ini sudah jelas berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok terutama sembako.
Kata Marwan, langkah antisipatif dari pemerintah dirasa sangat penting dilakukan sebagai konsekuensi logis terhadap rencana kebijakan menaikkan harga BBM.
Menurut Ketua DPP PKB ini, jika pemerintah tidak segera melakukan pengendalian harga dan operasi pasar sekaligus, maka dikhawatirkan akan memicu berbagai dampak sosial yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat memicu berbagai kerawanan sosial.
"Pengendalian harga sembako harus selalu dilakukan pemerintah seiring dengan adanya rencana kenaikan harga BBM untuk mengantisipasi kemungkinan dampak buruk tersebut," ujarnya.
"Setiap ada rencana kenaikan harga BBM, sudah dapat dipastikan adanya kenaikan harga sembako. Kita sangat prihatin dan empati terhadap rakyat miskin. Beban mereka semakin berat," kata Marwan, melalui siaran pers yang diterima wartawan, Jakarta, Minggu (12/5/2013) malam.
Marwan mengatakan, seharusnya pemerintah bisa memberikan langkah-langkah antisipasi saat akan menaikkan harga BBM.
Misalnya,pengendalian harga berbagai kebutuhan pokok terutama sembako dan operasi pasar sekaligus sehingga dapat mengurangi praktik-praktik spekulan yang tidak bertanggung jawab yang mengakibatkan semakin menambah beban ekonomi rakyat miskin.
"Ini menambah beban ekonomi rakyat miskin yang mayoritas di pedesaan dan pinggiran kota,"ujar Marwan.
Anggota Komisi V DPR ini juga mengatakan, rencana menaikkan harga BBM bersubsidi belakangan ini sudah jelas berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok terutama sembako.
Kata Marwan, langkah antisipatif dari pemerintah dirasa sangat penting dilakukan sebagai konsekuensi logis terhadap rencana kebijakan menaikkan harga BBM.
Menurut Ketua DPP PKB ini, jika pemerintah tidak segera melakukan pengendalian harga dan operasi pasar sekaligus, maka dikhawatirkan akan memicu berbagai dampak sosial yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat memicu berbagai kerawanan sosial.
"Pengendalian harga sembako harus selalu dilakukan pemerintah seiring dengan adanya rencana kenaikan harga BBM untuk mengantisipasi kemungkinan dampak buruk tersebut," ujarnya.
Penulis: Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi Partai
Kebangkitan Bangsa(PKB) Marwan Jafar mengaku prihatin atas adanya
rencana menaikkan harga bahan bakar minyak(BBM). Rencana itu katanya
bisa membuat beban rakyat miskin semakin berat.
"Setiap ada rencana kenaikan harga BBM, sudah dapat dipastikan adanya kenaikan harga sembako. Kita sangat prihatin dan empati terhadap rakyat miskin. Beban mereka semakin berat," kata Marwan, melalui siaran pers yang diterima wartawan, Jakarta, Minggu (12/5/2013) malam.
Marwan mengatakan, seharusnya pemerintah bisa memberikan langkah-langkah antisipasi saat akan menaikkan harga BBM.
Misalnya,pengendalian harga berbagai kebutuhan pokok terutama sembako dan operasi pasar sekaligus sehingga dapat mengurangi praktik-praktik spekulan yang tidak bertanggung jawab yang mengakibatkan semakin menambah beban ekonomi rakyat miskin.
"Ini menambah beban ekonomi rakyat miskin yang mayoritas di pedesaan dan pinggiran kota,"ujar Marwan.
Anggota Komisi V DPR ini juga mengatakan, rencana menaikkan harga BBM bersubsidi belakangan ini sudah jelas berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok terutama sembako.
Kata Marwan, langkah antisipatif dari pemerintah dirasa sangat penting dilakukan sebagai konsekuensi logis terhadap rencana kebijakan menaikkan harga BBM.
Menurut Ketua DPP PKB ini, jika pemerintah tidak segera melakukan pengendalian harga dan operasi pasar sekaligus, maka dikhawatirkan akan memicu berbagai dampak sosial yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat memicu berbagai kerawanan sosial.
"Pengendalian harga sembako harus selalu dilakukan pemerintah seiring dengan adanya rencana kenaikan harga BBM untuk mengantisipasi kemungkinan dampak buruk tersebut," ujarnya.
"Setiap ada rencana kenaikan harga BBM, sudah dapat dipastikan adanya kenaikan harga sembako. Kita sangat prihatin dan empati terhadap rakyat miskin. Beban mereka semakin berat," kata Marwan, melalui siaran pers yang diterima wartawan, Jakarta, Minggu (12/5/2013) malam.
Marwan mengatakan, seharusnya pemerintah bisa memberikan langkah-langkah antisipasi saat akan menaikkan harga BBM.
Misalnya,pengendalian harga berbagai kebutuhan pokok terutama sembako dan operasi pasar sekaligus sehingga dapat mengurangi praktik-praktik spekulan yang tidak bertanggung jawab yang mengakibatkan semakin menambah beban ekonomi rakyat miskin.
"Ini menambah beban ekonomi rakyat miskin yang mayoritas di pedesaan dan pinggiran kota,"ujar Marwan.
Anggota Komisi V DPR ini juga mengatakan, rencana menaikkan harga BBM bersubsidi belakangan ini sudah jelas berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok terutama sembako.
Kata Marwan, langkah antisipatif dari pemerintah dirasa sangat penting dilakukan sebagai konsekuensi logis terhadap rencana kebijakan menaikkan harga BBM.
Menurut Ketua DPP PKB ini, jika pemerintah tidak segera melakukan pengendalian harga dan operasi pasar sekaligus, maka dikhawatirkan akan memicu berbagai dampak sosial yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat memicu berbagai kerawanan sosial.
"Pengendalian harga sembako harus selalu dilakukan pemerintah seiring dengan adanya rencana kenaikan harga BBM untuk mengantisipasi kemungkinan dampak buruk tersebut," ujarnya.
Terkait #Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) #BBM
Berita Terkait: Rencana Kenaikan Harga BBM
Penulis: Willy Widianto
