Headlines News :
Home » » Merasa Cemarkan Citra PKS, Fathanah Minta Maaf & Fathanah Mengaku Calo Proyek, Sebagian Keuntungan Mengalir ke PKS

Merasa Cemarkan Citra PKS, Fathanah Minta Maaf & Fathanah Mengaku Calo Proyek, Sebagian Keuntungan Mengalir ke PKS

Written By Unknown on Sabtu, 18 Mei 2013 | 06.39

Ahmad Fathanah menjadi saksi pada sidang dengan terdakwa Direktur PT Indoguna Utama, Aria Abdi Effendi dan Juard Effendi terkait kasus korupsi impor daging sapi, di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2013). Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi tersebut menghadirkan Menteri Pertanian, Suswono, Luthfi Hasan Ishaaq, Maharany Suciyono, serta penyelidik KPK, Amir Arif. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
JAKARTA, suaramerdeka.com - Tersangka suap impor daging sapi dan pencucian uang, Ahmad Fathanah, meminta maaf kepada seluruh kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena telah merusak citra partai. Permintaan maaf itu disampaikan setelah Fathanah memberi kesaksian untuk dua terdakwa, Juard Effendi dan Arya Andi Effendi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/5).

"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pimpinan, kader, dan simpatisan PKS, karena terbawa-bawa ke dalam masalah saya," kata Fathanah.

Dalam kesempatan itu, Fathanah--yang dikenal merupakan orang dekat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq--mengatakan dia bukanlah kader PKS; sebagaimana yang berulang kali berupaya ditegaskan pimpinan PKS setelah skandal ini meledak.

"Saya ingin sampaikan dengan jelas bahwa saya bukan kader PKS," katanya, berdalih.
Toh, dia tak mengingkari kedekatannya dengan para petinggi di partai itu. "Ya, silahturahmi saja," katanya.

Ketika ditanya mengenai sejumlah wanita cantik yang dikaitkan dengannya, Fathanah memilih bungkam.
Sebelumnya, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring menyatakan Ahmad Fathanah adalah orang yang sudah mencoreng nama PKS. "AF bukan kader, bukan pengurus," kata Tifatul di Twitter.

Meski demikian, toh Tifatul mengakui bahwa Fathanah sudah lama berkawan dengan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI).

Tifatul menyatakan tindakan Fathanah meminta sejumlah uang ke perusahaan pengimpor daging adalah untuk kepentingannya pribadi. "Yang tertangkap tangan adalah AF bukan LHI," tweet Tifatul. "Saya pernah komentar kasus LHI bukan penyuapan, tapi percobaan penyuapan."
( vvn / CN33
 
 JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang Ahmad Fathanah mengaku berprofesi sebagai pengusaha sekaligus makelar atau calo proyek. Sebagian hasil usaha percaloan tersebut, menurut Fathanah, ada yang disumbangkan untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Keuntungannya saya sumbangkan untuk keperluan apa yang datang ke saya waktu itu. Kadang saya sumbangkan ke Partai Keadilan Sejahtera," kata Fathanah saat bersaksi dalam persidangan kasus kuota impor daging sapi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Orang dekat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ini juga mengaku dapat keuntungan yang lumayan dari usahanya menjadi makelar. Dari usahanya itu, Fathanah mengaku dapat untung antara Rp 1 miliar hingga Rp 3 miliar.

Dalam persidangan tersebut, Fathanah juga mengaku pernah meminta PT Indoguna Utama untuk membantu dana safari dakwah PKS di Medan. Permintaan itu disampaikan Fathanah melalui Komisaris PT Radina Bioadicipta Elda Devianne Adiningrat.

"Saya mendesak melalui Elda untuk membantu safari dakwah," tutur Fathanah.
Setelah mendapatkan uang Rp 300 juta itu melalui Elda, Fathanah melaporkannya kepada Presiden PKS ketika itu, Luthfi Hasan Ishaaq.

"Tapi, Ustaz Luthfi waktu itu tidak menanggapi," sambung Fathanah. Karena itulah, dia tidak jadi memberikan uang Rp 300 juta itu kepada PKS.

Fathanah yang juga sahabat Luthfi ini mengaku telah memakai sendiri uang tersebut. "Akhirnya, dana itu saya pakai sendiri, lalu sama Ibu Elda dimasukkan ke rekening bank," tutur Fathanah.
Sementara dalam surat dakwaan Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi, Fathanah disebut meminta uang kepada Direktur PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman melalui Elda untuk keperluan acara di Medan.

Permintaan itu, menurut dakwaan, disampaikan Fathanah setelah Luthfi sepakat mempertemukan Maria dengan Menteri Pertanian Suswono di Medan, bertepatan dengan acara safari dakwah PKS di Medan.
Fathanah juga ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang. KPK pun menelusuri aset Fathanah yang diduga mengalir ke mana-mana itu.
Terkait penyidikan kasus Fathanah, KPK memeriksa sejumlah saksi, di antaranya Gubernur Sumatera Utara

Gatot Pujo, dan Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin.
Seusai diperiksa KPK beberapa waktu lalu, Ilham mengaku dapat informasi ada aliran dana Fathanah ke DPW PKS untuk mendanai pemenangannya sebagai Gubernur Sulsel.
Sementara Gatot mengaku ditanya apakah ada aliran dana kasus impor daging sapi untuk pemenangannya dalam Pemilukada Sumut 2013-2018.
 
 
 
Editor : Tri Wahono
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI