Metrotvnews.com, Surabaya: Partai Persatuan
Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan Partai Kedaulatan (PK) diketahui
memberi dukungan ganda kepada dua pasangan calon gubernur Jawa Timur.
Mereka mendukung pasangan incumbent Soekarwo-Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja.
"Kami masih belum bisa menentukan mana parpol yang sah, nanti akan kami verifikasi," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim Andry Dewanto di Surabaya, Senin (20/5).
Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf didukung oleh 10 partai serta sejumlah partai nonparlemen. Sedangkan Khofifah-Herman diusung PKB dan lima partai politik nonparlemen, yakni PKBP, PKPI, PPNUI, Partai Kedaulatan, dan PMB.
Andry berjanji akan mengklarifikasi ke pimpinan pusat partai di Jakarta. Namun, untuk sementara KPU hanya bisa menampung dan melakukan klarifikasi. "Kami catat dulu. Kalau ada partai yang sama, akan kami cek dan teliti, dan akan kami klarifikasi ke DPP masing-masing," kata Andry.
KPU Jatim, lanjut Andry, akan mengakui kepengurusan partai yang sah sesuai hasil klarifikasi ke pimpinan partai di Jakarta. Hingga saat ini, Andry belum bisa memastikan mana yang sah atau tidak. "Ya kami klarifikasi dulu ke DPP, baru kami bisa memastikan," ujarnya.
"Kami masih belum bisa menentukan mana parpol yang sah, nanti akan kami verifikasi," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim Andry Dewanto di Surabaya, Senin (20/5).
Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf didukung oleh 10 partai serta sejumlah partai nonparlemen. Sedangkan Khofifah-Herman diusung PKB dan lima partai politik nonparlemen, yakni PKBP, PKPI, PPNUI, Partai Kedaulatan, dan PMB.
Andry berjanji akan mengklarifikasi ke pimpinan pusat partai di Jakarta. Namun, untuk sementara KPU hanya bisa menampung dan melakukan klarifikasi. "Kami catat dulu. Kalau ada partai yang sama, akan kami cek dan teliti, dan akan kami klarifikasi ke DPP masing-masing," kata Andry.
KPU Jatim, lanjut Andry, akan mengakui kepengurusan partai yang sah sesuai hasil klarifikasi ke pimpinan partai di Jakarta. Hingga saat ini, Andry belum bisa memastikan mana yang sah atau tidak. "Ya kami klarifikasi dulu ke DPP, baru kami bisa memastikan," ujarnya.
Editor: Henri Salomo Siagian
