Headlines News :
Home » » Hanura: KPI Tebang Pilih Kasus RCTI dan Indovision

Hanura: KPI Tebang Pilih Kasus RCTI dan Indovision

Written By Unknown on Jumat, 10 Mei 2013 | 06.48

Yuddy Chrisnandi. dok.TEMPO/Panca Syurkani

 
TEMPO.CO , Jakarta:Partai Hati Nurani Rakyat menganggap panggilan RCTI dan Indovision oleh Komisi Penyiaran Indonesia pada Selasa 7 Mei 2013 terkesan tebang pilih. Pemanggilan tersebut terkait pengaduan masyarakat tentang beredarnya rekaman dugaan percakapan yang membahas rapat Partai Hanura.

“Kenapa stasiun televisi lain seolah dibiarkan? kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati Nurani Rakyat Yuddy Chrisnandi saat dihubungi Tempo, Kamis, 9 Mei 2013.

Beredarnya rekaman tersebut, kata Yuddy, harus dicermati oleh masyarakat karena ia yakin rapat tersebut bukan diadakan oleh kader maupun politikus partai. Ia menengarai justru dilakukan oleh pihak yang sengaja membuat rapat seolah-olah berasal dari Hanura. “Bisa jadi itu ulah oknum untuk mengebiri Hanura,” ujar bekas Politikus Partai Golkar ini.

Komisi Penyiaran Indonesia diminta melacak asal rekaman tersebut dan orang yang mengunggahnya pertama kali. “KPI cari dong, teknologi kan sudah canggih,” kata Yuddy.

Yuddy mengakui bergabungnya Hary Tanoesoedibjo sejak Februari lalu sebagai berkah bagi Hanura. Peran MNC Group memberitakan kegiatan-kegiatan partai dianggap sebagai hal yang disyukuri. MNC Group yang dimaksud Yuddy adalah kelompok usaha milik Hary Tanoesoedibjo yang membawahi RCTI dan Indovision.

Namun Yuddy menjelaskan tidak ada kebijakan dan perjanjian hitam di atas putih di antara partai dan MNC Group. “Deal seperti itu biasa. Itu sudah merupakan komitmen Pak Hary untuk membesarkan partai,” tutur Yuddy.
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI