JAKARTA - Akademisi Universitas South Carolina
Profesor Donald E. Weatherbee menilai, politik luar negeri bebas aktif
yang diusung Indonesia kini semakin rumit. Hal itu ditunjukan dengan
banyaknya kekuatan di dunia.
"Politik luar negeri bebas aktif
(mendayung di antara dua karang), ini menjadikan Indonesia sebagai
negara yang tidak memihak blok manapun di Perang Dingin. Namun saat ini
karang itu semakin banyak," ujar Weatherbee dalam diskusi Garuda in
Flight, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Jumat (26/4/2013).
"Ada
Amerika Serikat (AS), China, ada internasionalisme, religiusme, ada juga
ASEAN, dan masalah-masalah perseteruan di dalamnya," imbuhnya.
Meski
demikian, akademisi dari Negeri Paman Sam itu memberikan apresiasi
terhadap prestasi Indonesia dalam hal promosi demokrasi. Keberhasilan
Indonesia dapat disaksikan di berbagai organisasi internasional.
"Demokrasi
bukanlah satu hal yang ada dalam politik luar negeri. Namun Indonesia
selalu mengedepankan demokrasi dalam politik luar negerinya," papar
Weatherbee.
Pakar Asia Tenggara itu menyinggung kinerja Indonesia
dalam Bali Democracy Forum. Di forum itulah, Indonesia mendukung
terciptanya demokrasi di negara manapun.
Hal itu jelas berbeda di
saat Indonesia masih berada di bawah rezim Soeharto. Pada saat itu,
Indonesia dinilai mementingkan aspek-aspek militer dalam pendekatan
politik luar negerinya.
Namun saat ini, kebijakan luar negeri
Indonesia telah dipengaruhi oleh sejumlah badan-badan non-pemerintah
seperti halnya LSM,dan para pakar. Hal itu dinilai sebagai bentuk
pengaplikasian demokrasi. (faj)
Home »
Pemilu Luar Negeri
» Politik Luar Negeri Bebas Aktif Kini Semakin Rumit
Politik Luar Negeri Bebas Aktif Kini Semakin Rumit
Written By Unknown on Senin, 29 April 2013 | 00.45
Label:
Pemilu Luar Negeri
