Headlines News :
Home » » Politik Luar Negeri Bebas Aktif Kini Semakin Rumit

Politik Luar Negeri Bebas Aktif Kini Semakin Rumit

Written By Unknown on Senin, 29 April 2013 | 00.45

JAKARTA - Akademisi Universitas South Carolina Profesor Donald E. Weatherbee menilai, politik luar negeri bebas aktif yang diusung Indonesia kini semakin rumit. Hal itu ditunjukan dengan banyaknya kekuatan di dunia.

"Politik luar negeri bebas aktif (mendayung di antara dua karang), ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang tidak memihak blok manapun di Perang Dingin. Namun saat ini karang itu semakin banyak,"  ujar Weatherbee dalam diskusi Garuda in Flight, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Jumat (26/4/2013).

"Ada Amerika Serikat (AS), China, ada internasionalisme, religiusme, ada juga ASEAN, dan masalah-masalah perseteruan di dalamnya," imbuhnya.

Meski demikian, akademisi dari Negeri Paman Sam itu memberikan apresiasi terhadap prestasi Indonesia dalam hal promosi demokrasi. Keberhasilan Indonesia dapat disaksikan di berbagai organisasi internasional.

"Demokrasi bukanlah satu hal yang ada dalam politik luar negeri. Namun Indonesia selalu mengedepankan demokrasi dalam politik luar negerinya," papar Weatherbee.

Pakar Asia Tenggara itu menyinggung kinerja Indonesia dalam Bali Democracy Forum. Di forum itulah, Indonesia mendukung terciptanya demokrasi di negara manapun.

Hal itu jelas berbeda di saat Indonesia masih berada di bawah rezim Soeharto. Pada saat itu, Indonesia dinilai mementingkan aspek-aspek militer dalam pendekatan politik luar negerinya.

Namun saat ini, kebijakan luar negeri Indonesia telah dipengaruhi oleh sejumlah badan-badan non-pemerintah seperti halnya LSM,dan para pakar. Hal itu dinilai sebagai bentuk pengaplikasian demokrasi. (faj)
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI