AMBON–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku
mengisyaratkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Maluku kemungkinan
besar tanpa diikuti calon gubernur-wakil gubernur dari jalur
perseorangan karena daftar dukungan bermasalah.
“Jujur masih ada waktu enam hari lagi baru penetapan pasangan calon
gubernur-wagub Maluku yang memenuhi persyaratan mengikuti pilkada 11
Juni 2013, namun dari jalur perseorangan rasanya tidak lolos
verifikasi,” kata Ketua KPU Maluku Idrus Tatuhey ketika dikonfirmasi
dari Ambon, Rabu (17/4).
Idrus sedang berada di Langgur, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara,
dan Kota Tual untuk memantau persiapan pilkada di sana yang juga akan
digelar pada 11 Juni 2013.
Idrus mengatakan pasangan Jack Noya-Adam Latuconsina sulit memenuhi
ketentuan jumlah dukungan suara sah agar bisa ditetapkan menjadi calon
gubernur-wakil gubernur Maluku karena dari 221.791 dukungan yang
diserahkan ke KPU, hanya 3.770 dukungan yang memenuhi persyaratan.
Padahal minimal dukungan bagi cagub-cawagub Maluku dari jalur perseorangan adalah 218.021 dukungan.
“Saya tidak mendahului ketentuan perundang-undangan, namun menilai
jumlah data dukungan yang harus dimasukkan, maka kemungkinan besar
Jack-Adam tidak lolos,” kata Idrus.
Sebenarnya ada satu pasangan lain dari jalur perseorangan yang juga
mengikuti tahapan Pilkada Maluku yakni Meliaus Wairisal-Abdu Karim
Tuanaya.
Berdasarkan hasil verifikasi Melianus-Abdu hanya memiliki 1.246
dukungan yang memenuhi syarat dari 153.975 dukungan yang diajukan ke
KPU.
Namun, saat pembukaan pendaftaran pada 25 Februari 2013 Abdu
berhalangan karena mengalami gangguan kesehatan sehingga tidak mengikuti
tahapan pilkada tersebut.
Pasangan lainnya yang sedang berproses untuk menjadi Gubernur-Wagub
Maluku adalah Said Assagaff-Zeth Sahuburua (SETIA) yang diusung Partai
Golkar, PKS, PPP, PAN, Pelopor, dan PNI Marhenisme.
Berikutnya pasangan Abdullah Tuasikal-Hendrik Lewerissa yang diusung
Partai Hanura, Gerindra, PBB, PBR, PKPI, dan PKB; pasangan Herman
Koedoeboen-Daud Sangadji yang diusung PDIP, pasangan Jakobus
Puttileihalat-Arifin Tapi Oyihoe yang diusung Demokrat, serta pasangan
Abdullah Vanath-Marthen Maspaitella yang didukung 15 partai politik yang
tidak miliki keterwakilan di DPRD Maluku. (Antara/juanda)
