KLATEN – Calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng) yang
berstatus incumbent, Bibit Waluyo, menganggap kebangeten jika rakyatnya
tidak memilih dia dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) pada 26 Mei
mendatang.
Hal itu diungkapkan orang nomor satu di Jateng saat ditemui wartawan
di sela-sela acara Pencanangan Pengolahan Lahan Serentak di Desa
Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Sabtu (27/4/2013).
Dalam kesempatan itu, Bibit mengaku lebih baik daripada dua calon
gubernur lain karena sudah lima tahun memimpin Jateng. Dia mengklaim
sudah berhasil memimpin Jateng selama lima tahun.
“Kita sudah bekerja dan sudah ada hasil. Sementara dua calon lain yang maju itu baru mau [melangkah],” seloroh Bibit.
Bibit mengakui selama ini tidak begitu gencar menyosialisasikan
pencalonan gubernur kepada warga sebagaimana yang banyak dilakukan oleh
dua calon lain. Dia memilih menunjukkan kinerjanya sebagai gubernur
Jateng daripada sosialisasi pencalonan.
“Sosialisasi saya ya seperti ini. Saya kumpulkan warga, kepala desa
dan camat. Mereka kami kumpulkan untuk memecahkan kesulitan yang
dihadapi warga. Saya lebih berapi-api menangani masalah wereng daripada
sosialisasi supaya rakyat pilih saya. Kalau rakyat mau memilih saya ya
Alhamdulillah, kalau tidak memilih saya ya kebangeten [keterlaluan],”
ujar Bibit.
Menurut Bibit, mengumpulkan warga sebenarnya bukan porsinya. Dia
mengakui sebenarnya kegiatan musyawarah semacam itu bisa dilakukan oleh
seorang bupati.
“Harusnya ini porsi bupati. Wes ora porsi-porsian. Kalau ada masalah segera saja kita cari solusinya,” katanya.
Saat berceramah di hadapan puluhan petani yang mengalami gagal panen
akibat serangan hama tikus sejak Mei 2012 lalu, Bibit menekankan
pentingnya penanaman padi secara serentak. Tidak hanya tanam serentak,
dia juga mengimbau petani mengusir hama tikus secara serentak. Dia juga
meminta petani melindungi predator hama seperti burung hantu dan ular
sawah. Pihaknya berjanji akan memberikan bantuan 22 pasang burung hantu
untuk dilepas ke lima kecamatan di Klaten.
