| |
| Kinerja anggota DPR RI hingga akhir tahun 2013 makin
berantakan dan lebih mengedepankan kepentingan partainya dari pada
urusan rakyat. Hal ini disebabkan para wakil rakyat sedang menyusun
strategi politik untuk menarik simpati warga di daerah pemilihan (Dapil)
masing-masing jelang Pemilu 2014. Saat ini, anggota dewan lebih
mengedepankan urusan partainya untuk pemenangan Pemilu 2014 dan
mengesampingkan urusan rakyat yang harusnya dinomorsatukan.
Bahkan tak jarang para anggota dewan tak kembali nampak dan berada di gedung DPR seusai massa reses berakhir. Yang lebih parah, para anggota DPR ini terkesan dibiarkan begitu saja oleh partai politik pengusung masing-masing dengan fenomena seperti itu. Disamping itu, partai politik juga tidak menindak tegas para anggota dewan-nya yang tidak bekerja secara maksimal dan profesional. Tidak efektif dan beratakannya kinerja anggota DPR, bisa dilihat dengan banyaknya anggota dewan yang bolos saat sidang, atau tertidur saat sidang berlangsung. Selain itu, adanya beberapa rancangan undang-undang (RUU) yang saat ini tengah dibahas oleh parlemen tidak rampung. Walaupun selesai, saat disahkan akan banyak masalah dan digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dan akhirnya UU akan digugat lagi. Untuk itu, diharapkan agar sanksi yang diberikan oleh Badan Kehormatan (BK) DPR dipertegas, khususnya terkait absensi. Tidak perlu menunggu enam kali berturut-turut baru dipecat. Bila dua kali berturut-turut tidak hadir, sebaiknya dipecat saja. Wawan Budayawan, Spd. Pemerhati Masalah Sosial dan Budaya |
Jelang Pemilu 2014, DPR Lebih Pentingkan Partai
Written By Unknown on Minggu, 28 April 2013 | 21.37
Label:
Opini
