Mantan ketua Walhi NTB yang merupakan penggagas Grup Diskusi M-16,
Bambang Mei mengamati debat kandidat tersebut mengambar berbagai sudut
pandangan yang bisa ditafsirkan oleh masyarakat.
"Analisis dan pengamatan sesaat saya atas debat cagub NTB di TV One dari sisi ego dan gestur para calon," jelas Bambang.
Menurutnya dari sisi ego, nampak calon nomor 1 yakni pasangan
TGB-Amin amat sangat mendominasi atau menghegemoni. "Ini menandakan
betapa kuatnya keinginan cagub tersebut untuk menghadapi pilkada ini dan
terkesan tidak begitu mempercayai wakilnya. Dari sisi gestur (gerak
tubuh) calon 1 cagub TGB sangat tegang dan tidak rileks. Ini menandakan
ada beban psykologis dan moral yang begitu kuat. Kedua, terkesan cagub 1
ingin menjadi superman untuk segala hal denga memainkan kepandaian
berkata-kata denga berbagai data.
Untuk Cagub dan Cawagub Nomor 2, Bambang menilai pasangan ini cukup
serasi, "dari sisi ego pasangan SJP membagi tanggungjawab secara team
untuk mengesankan ke publik soal kekompakkan. Meskipun dari sisi
performance ( penampilan) perlu di perbaiki untuk lebih me-macht-kan
penampilannya di stage terbuka. Dari sisi gestur terlihat kompak dan tak
tampak tegang. Ini menandakan tak ada target atau baban psykologis yang
menghambat," terangnya.
Pujian kepada Cagub nomor 3 Harun Alrasyid yang cukup rileks juga
diutarakan Bambang, "dari sisi ego terlihat cagub Harum rileks dan
bergaya apanya, cuma publik juga melihat ada ketidaknyambungan khususnya
menyangkut aksi stage. Cagub Harun begitu simple, murah senyum dan
memakai komunikasi yang mudah. Sementara Cawagub Muhyi terkesan terlalu
demam panggung dengan aksi teatrikalnya yang terkesan over dan
mengurangi bobotnya," analisis Bambang.
Sementara untuk pasangan nomor 4 yakni Zul-Ickhsan, Bambang
memberikan point tersendri atas penguasaan panggung oleh Kyia Zul,
"Cagub Kyai Zul menguasai psykologis panggung dengan gaya bahasa yang
lugas dan tangkas. Cuma terganggu oleh penampilan wakilnya yang terkesan
tegang (demam panggung) plus penampilan busana adat yang tidak serasi
dengan cagub, ada kesan jomplang dan kontras," urai Bambang. (sn01)
