INILAH.COM, Jakarta - Pengamat politik Agung Suprio menyarankan
sebaiknya Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) membuat film tandingan
"Sang Patriot". Jika tak ingin terpojok, Hanura dapat membuat film
serupa untuk membela diri.
"Jikalau perlu membuat film serupa dari sudut pandang Wiranto," kata Agung kepada INILAHCOM, Minggu (16/2/2014).
Menurut dia, film merupakan salah satu cara baru untuk meningkatkan citra maupun guna menyerang lawan politik. "Ini memang branding politik baru yang punya bobot politik yang dalam," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Hanura bereaksi terhadap munculnya film Prabowo Subianto berjudul "Sang Patriot".
Dalam film tersebut ada bagian yang menampilkan kembali tragedi 1998. Seperti diketahui saat kerusuhan 1998 terjadi, Wiranto menjabat sebagai Panglima TNI.
Sebelumnya, Partai Gerindra membantah pernyataan Partai Hanura yang mengatakan Prabowo Subianto mencoba merekayasa sejarah dengan munculnya film "Sang Patriot". Film itu dibuat untuk mengambarkan perjalanan Prabowo, bukan untuk menjatuhkan siapapun.
Produser film "Sang Patriot" Helmy Adam mengatakan, film tersebut dibuat oleh tim Gerindra Media Center (GMC), tanpa adanya campur tangan Prabowo.
"Film itu kreasi kami bukan Pak Prabowo. Bahkan Pak Prabowo saja tidak hadir saat pemutaran film, padahal kami harapkan beliau datang. Jadi pertanyaannya siapa yang panik," tegasnya kepada INILAHCOM.
Pria yang menjabat sebagai wakil ketua GMC itu pun meminta semua pihak menonton terlebih dahulu film "Sang Patriot" sebelum berkomentar bahwa film itu untuk menjatuhkan seseorang, apalagi sampai menuding merekayasa sejarah. [yeh]
"Jikalau perlu membuat film serupa dari sudut pandang Wiranto," kata Agung kepada INILAHCOM, Minggu (16/2/2014).
Menurut dia, film merupakan salah satu cara baru untuk meningkatkan citra maupun guna menyerang lawan politik. "Ini memang branding politik baru yang punya bobot politik yang dalam," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Hanura bereaksi terhadap munculnya film Prabowo Subianto berjudul "Sang Patriot".
Dalam film tersebut ada bagian yang menampilkan kembali tragedi 1998. Seperti diketahui saat kerusuhan 1998 terjadi, Wiranto menjabat sebagai Panglima TNI.
Sebelumnya, Partai Gerindra membantah pernyataan Partai Hanura yang mengatakan Prabowo Subianto mencoba merekayasa sejarah dengan munculnya film "Sang Patriot". Film itu dibuat untuk mengambarkan perjalanan Prabowo, bukan untuk menjatuhkan siapapun.
Produser film "Sang Patriot" Helmy Adam mengatakan, film tersebut dibuat oleh tim Gerindra Media Center (GMC), tanpa adanya campur tangan Prabowo.
"Film itu kreasi kami bukan Pak Prabowo. Bahkan Pak Prabowo saja tidak hadir saat pemutaran film, padahal kami harapkan beliau datang. Jadi pertanyaannya siapa yang panik," tegasnya kepada INILAHCOM.
Pria yang menjabat sebagai wakil ketua GMC itu pun meminta semua pihak menonton terlebih dahulu film "Sang Patriot" sebelum berkomentar bahwa film itu untuk menjatuhkan seseorang, apalagi sampai menuding merekayasa sejarah. [yeh]
