Headlines News :
Home » » Tawaran Koalisi Demokrat-PDIP, Politik Pragmatis?

Tawaran Koalisi Demokrat-PDIP, Politik Pragmatis?

Written By Unknown on Jumat, 07 Februari 2014 | 06.30

INILAH.COM, Jakarta - Publik mencatat, PDI Perjuangan dan Demokrat sudah lama berseberangan sejak Presiden SBY berkuasa. Sehingga, nyaris sulit berkoalisi ibarat kawin paksa. Tapi pragmatisme politik mungkin mengubah karakter kedua parpol itu jadi lain, mungkin dalam bentuk koalisi dingin?

Para analis menilai, koalisi Demokrat dan PDIP justru bisa merusak reputasi trah Soekarno dan PDIP sendiri. “Koalisi hanya bikin Demokrat untung dan PDIP buntung,” kata analis politik Cherry Augusta MA, alumnus UGM.

Tentu saja, kerja sama politik atau koalisi selama membawa kebaikan bagi bangsa, tentu saja dimungkinkan oleh PDIP dan Demokrat.

"Tapi PDIP akan mengalami kesulitan serius menjelaskan kepada masyarakat, untuk apa mereka memilih jalan oposisi atau di luar pemerintahan selama 10 tahun bila menjalin koalisi dengan Demokrat besutan SBY dalam pemilu nanti," kata Budi Arie Setiadi, koordinator Nasional PDI Perjuangan.

Sekretaris Jendral DPP PDIP, Tjahjo Kumolo mempertanyakan ajakan koalisi dari partai Demokrat. Tjahjo menampik ajakan Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan yang menyatakan partainya ingin berkoalisi dengan PDIP. "Ajakannya ke mana, ke siapa? Kok belum ada pemberitahuan ke saya sebagai sekjen partai," ujar Tjahjo.

Gagasan koalisi PDI P dan PD, akan menimbulkan pertanyaan besar mengenai ‘apa sesungguhnya’ kepentingan elite partai. Jika koalisi PDIP dan Demokrat itu terjadi, maka Pemilu 2014 terkesan hanya menonjolkan pragmatisme dan oportunisme serta agenda minimalis yang hanya mengejar kepentingan jangka pendek: uang dan kuasa.

Berbagai kalangan melihat, koalisi PDIP dan Demokrat bakal semu sebab terlalu sarat kepentingan transaksional dan pragmatisme. Hal ini sangat membahayakan nasib publik dan aspirasi rakyat yang menghendaki perubahan. Dosa siapa?

“Padahal perubahan tidak mungkin terjadi dengan membawa terlalu banyak "bagasi" lama yang banyak dosa,” kata Budi Arie Setiadi, fungsionaris nasional PDI Perjuangan. Mau apa lagi,coba? [berbagai sumber]
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI