INILAHCOM, Jakarta - Serikat pekerja yang tergabung dalam
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) akan bersikap
independent dan tidak memihak kepada partai politik (Parpol) manapun,
dalam pemilihan umum (Pemilu) 2014.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum KSPSI, Yorrys Raweyai, saat memperingati Hari Ulang Tahun KSPSI ke-41, di Jakarta, Kamis (20/2/2014).
"Kami sadar bahwa tahun politik merupakan tahun yang berpotensi menimbulkan kerawanan sosial, yang diakibatkan oleh berbagai kepentingan yang saling berbenturan," ujar Yorrys.
Dirinya menyadari bahwa kaum pekerja merupakan kaum yang rentan untuk di mobilisasi untuk kepentingan tertentu.
"Kaum pekerja merupakan kaum yang mudah untuk di kooptasi, tidak hanya untuk kepentingan positif, tapi juga kepentingan negatif yang mengancam keamanan dan ketertiban nasional," lanjutnya.
Untuk itu, Yorrys mengimbau kepada seluruh komponen pekerja dan serikat pekerja yang tergabung dalam KSPSI untuk menjaga soliditas dan solidaritas, dan mengedepankan kepentingan negara dan bangsa.
"KSPSI bersikap netral dalam merespons keterlibatan kaum pekerja dalam pemilu 2014, dan tidak memosisikan organisasi dengan mendukung pihak-pihak tertentu. KSPSI harus independent," tegasnya.
Yorrys menambahkan, konfederasi memberikan ruang apabila ingin menyampaikan visi dan misinya untuk menjadi Calon Legislatif dan Calon Presiden dan wakil Presiden.
"Nanti bagaimana buruh yang melihat visi misinya. Konfederasi harus indenpendent dan jangan kepentingan parpol. Saya mengimbau kepada siapapun ingin mendapatkan suara, dan konferedasi silahkan mereka datang sosialisaikan dan harus bisa membawa apresaisi buruh," tuturnya.
Dia pun tidak memungkiri banyak petinggi-petinggi KSPSI yang berasal dari Partai Politik. "Tentu banyak yang berasal dari Parpol disini. Dan yang terpenting kita mengimbau pada pekerja jangan sampai golput," tutupnya. [mes]
Hal itu ditegaskan Ketua Umum KSPSI, Yorrys Raweyai, saat memperingati Hari Ulang Tahun KSPSI ke-41, di Jakarta, Kamis (20/2/2014).
"Kami sadar bahwa tahun politik merupakan tahun yang berpotensi menimbulkan kerawanan sosial, yang diakibatkan oleh berbagai kepentingan yang saling berbenturan," ujar Yorrys.
Dirinya menyadari bahwa kaum pekerja merupakan kaum yang rentan untuk di mobilisasi untuk kepentingan tertentu.
"Kaum pekerja merupakan kaum yang mudah untuk di kooptasi, tidak hanya untuk kepentingan positif, tapi juga kepentingan negatif yang mengancam keamanan dan ketertiban nasional," lanjutnya.
Untuk itu, Yorrys mengimbau kepada seluruh komponen pekerja dan serikat pekerja yang tergabung dalam KSPSI untuk menjaga soliditas dan solidaritas, dan mengedepankan kepentingan negara dan bangsa.
"KSPSI bersikap netral dalam merespons keterlibatan kaum pekerja dalam pemilu 2014, dan tidak memosisikan organisasi dengan mendukung pihak-pihak tertentu. KSPSI harus independent," tegasnya.
Yorrys menambahkan, konfederasi memberikan ruang apabila ingin menyampaikan visi dan misinya untuk menjadi Calon Legislatif dan Calon Presiden dan wakil Presiden.
"Nanti bagaimana buruh yang melihat visi misinya. Konfederasi harus indenpendent dan jangan kepentingan parpol. Saya mengimbau kepada siapapun ingin mendapatkan suara, dan konferedasi silahkan mereka datang sosialisaikan dan harus bisa membawa apresaisi buruh," tuturnya.
Dia pun tidak memungkiri banyak petinggi-petinggi KSPSI yang berasal dari Partai Politik. "Tentu banyak yang berasal dari Parpol disini. Dan yang terpenting kita mengimbau pada pekerja jangan sampai golput," tutupnya. [mes]
