INILAHCOM, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini risih ditanya soal peluang dirinya maju ke pentas nasional.
Risma selalu menolak untuk dicalonkan menjadi calon presiden atau wakil presiden. Dia memilih memikirkan warga Surabaya dan anak-anak jalanan yang putus sekolah.
"Rumangsane gampang opo dadi presiden, dadi wali kota angel'e koyok ngene (memangnya mudah jadi presiden. Jadi wali kota saja susah)" ucap Risma.
Dengan nada sewot, Risma mengaku tidak tertarik membahas soal pencapresan. "Ndak lah ndak. Berat lho jadi presiden, betul lho mbak. Aku ini jadi wali kota aja tegang," tutur Risma.
Sebagaimana diberitakan, nama Tri Rismaharini terus melesat dalam berbagai survei calon presiden. Ia bisa menjadi penantang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi. [beritajatim]
Risma selalu menolak untuk dicalonkan menjadi calon presiden atau wakil presiden. Dia memilih memikirkan warga Surabaya dan anak-anak jalanan yang putus sekolah.
"Rumangsane gampang opo dadi presiden, dadi wali kota angel'e koyok ngene (memangnya mudah jadi presiden. Jadi wali kota saja susah)" ucap Risma.
Dengan nada sewot, Risma mengaku tidak tertarik membahas soal pencapresan. "Ndak lah ndak. Berat lho jadi presiden, betul lho mbak. Aku ini jadi wali kota aja tegang," tutur Risma.
Sebagaimana diberitakan, nama Tri Rismaharini terus melesat dalam berbagai survei calon presiden. Ia bisa menjadi penantang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi. [beritajatim]
