INILAH.COM, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai
para menteri di pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
bertindak semaunya.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Fahri Hamzah mengatakan hal itu akibat Presiden SBY tidak bisa mengelola kabinet.
"Menterinya (Presiden SBY) sekarang inikan seenak-enaknya," kata Fahri ketika dihubungi, di Jakarta, Rabu (5/2/2014).
Fahri menyinggung ada pejabat menteri yang mengundurkan diri ketika memiliki banyak persoalan. Namun, Fahri enggan menjelaskan siapa menteri yang dia maksud.
"Ada menteri lagi banyak kasus, tiba-tiba muncul 5 menit bilang saya berhenti," sindir Fahri.
Menurutnya, tindakan itu telah menciderai wibawa negara Indonesia. Sebab secara konstitusi, pejabat menteri merupakan pejabat tinggi negara.
"Nggak boleh loh itu, itu bukan secara etik. Konstitusi kita mengatur bahwa menteri itu bukan pejabat biasa. Negara ini nggak main-main, sebab itulah yang membuat wibawa negara ini runtuh," jelasnya.
Fahri menuturkan kedisiplinan itu yang dari awal tidak dicanangkan. Sehingga merasa tidak spesial jadi pejabat negara khususnya sebagi menteri.[man]
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Fahri Hamzah mengatakan hal itu akibat Presiden SBY tidak bisa mengelola kabinet.
"Menterinya (Presiden SBY) sekarang inikan seenak-enaknya," kata Fahri ketika dihubungi, di Jakarta, Rabu (5/2/2014).
Fahri menyinggung ada pejabat menteri yang mengundurkan diri ketika memiliki banyak persoalan. Namun, Fahri enggan menjelaskan siapa menteri yang dia maksud.
"Ada menteri lagi banyak kasus, tiba-tiba muncul 5 menit bilang saya berhenti," sindir Fahri.
Menurutnya, tindakan itu telah menciderai wibawa negara Indonesia. Sebab secara konstitusi, pejabat menteri merupakan pejabat tinggi negara.
"Nggak boleh loh itu, itu bukan secara etik. Konstitusi kita mengatur bahwa menteri itu bukan pejabat biasa. Negara ini nggak main-main, sebab itulah yang membuat wibawa negara ini runtuh," jelasnya.
Fahri menuturkan kedisiplinan itu yang dari awal tidak dicanangkan. Sehingga merasa tidak spesial jadi pejabat negara khususnya sebagi menteri.[man]
