Headlines News :
Home » » Koalisi PDIP dengan Demokrat Ibarat Kawin Paksa

Koalisi PDIP dengan Demokrat Ibarat Kawin Paksa

Written By Unknown on Senin, 10 Februari 2014 | 16.56

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Nasional PDI PerjuanganBudi Arie Setiadi, mengungkapkan, kerja sama sesama anak bangsa pada dasarnya sangat baik. Terutama, bila itu berguna bagi kemajuan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Akan tetapi  PDI P akan mengalami kesulitan serius menjelaskan kepada masyarakat, untuk apa mereka memilih jalan oposisi atau di luar pemerintahan selama 10 tahun bila menjalin koalisi dengan PD dalam pemilu 2014 mendatang. PDI P bukan  'mesin cuci'   ujar Budi Arie Setiadi dalam rilisnya kepada Tribunnews.com, Sabtu (8/2/2014).

Dikatakan, problem psikologis politik akan menjadi penghambat utama koalisi PDI P dan PD dapat terwujud.

"Terlalu sarat kepentingan transaksional dan pragmatisme. Ini sangat membahayakan  nasib aspirasi rakyat yang menghendaki perubahan. Padahal perubahan tidak mungkin terjadi dengan membawa  terlalu banyak "bagasi" lama," ujar mantan aktivis UI ini.

Selain itu, gagasan koalisi PDI P dan PD, sambungnya lagi, akan menimbulkan  pertanyaan besar mengenai apa sesungguhnya kepentingan elit partai.

"Pemilu 2014 terkesan hanya memiliki agenda minimalis dan hanya mengejar kepentingan jangka pendek. PD pasti bingung menjelaskan kepada rakyat, untuk apa mereka membuat kovensi capres, kalau pada akhirnya hanya mengejar posisi wapres," tegasnya.

Konvensi Capres PD, Budi menyarankan, seharusnya dibubarkan terlebih dahulu. Atau, imbuhnya, konvensinya diubah namanya menjadi Konvensi Wapres.

"Masak PDI P dijadikan istri ke dua, sementara mereka sedang mengadakan resepsi," mantan aktivis mahasiswa UI ini menegskan kembali.

Ia meyakini, koalisi PDI P dan PD mencuat karena ada wacana Mega Pramono Edi atau Jokowi Pramono Edi. Dan ini, menurutnya,  bisa  ditafsirkan publik sebagai kompromi terhadap keseriusan agenda pemberantasan korupsi yang melibatkan elit partai.

"Koalisi ini seperti "kawin paksa" yang sulit disetujui masing-masing keluarga. Akan terjadi ironi demokrasi dengan tangisan yang air mata nya tidak pernah kering, " ujar Budi.
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI