INILAH.COM, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla
mengatakan, ia tidak perlu meminta izin Partai Golkar jika ada Parpol
lain yang mengusungnya menjadi Capres, seperti yang dilakukan oleh
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Tidak (perlu izin), ini kan hak asasi manusia, itu untu dipilih dan memilih," kata JK di acara Saraseha Korps Alumni Himpunan Mahasiwa Islam (KAHMI), di Jakarta, Rabu (5/2/2014).
Terkait, dukungan dari para pendukung di JK di partai beringin itu, JK pun tak mau berspekulasi. "Wah saya tidak berani berbicara soal itu," ucapnya.
Terkait optimismenya menjadi capres dari PKB dan mengalahkan dua kandidat lainnya, Mahfud MD dan Rhoma Irama, JK mengatakan dirinya belum fokus dalam hal tersebut.
"Tidak (perlu izin), ini kan hak asasi manusia, itu untu dipilih dan memilih," kata JK di acara Saraseha Korps Alumni Himpunan Mahasiwa Islam (KAHMI), di Jakarta, Rabu (5/2/2014).
Terkait, dukungan dari para pendukung di JK di partai beringin itu, JK pun tak mau berspekulasi. "Wah saya tidak berani berbicara soal itu," ucapnya.
Terkait optimismenya menjadi capres dari PKB dan mengalahkan dua kandidat lainnya, Mahfud MD dan Rhoma Irama, JK mengatakan dirinya belum fokus dalam hal tersebut.
"Saya belum berpikir kearah situ," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 25 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendeklarasikan Jusuf Kalla sebagai Calon Presiden (Capres) 2014 dari PKB. Deklarasi tersebut dilakukan di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.[bay]
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 25 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendeklarasikan Jusuf Kalla sebagai Calon Presiden (Capres) 2014 dari PKB. Deklarasi tersebut dilakukan di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.[bay]
