Headlines News :
Home » » Jimat Jokowi Belum Bertuah Atasi Jakarta?

Jimat Jokowi Belum Bertuah Atasi Jakarta?

Written By Unknown on Kamis, 06 Februari 2014 | 06.30

INILAH.COM, Jakarta - Warga Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (5/2/2014) pagi mengalami persoalan krusial yakni kemacetan yang merata hampir di berbagai titik masuk Kota Jakarta. Kesemrawutan transportasi Jakarta mengalami titik ekstrem di saat genangan berada di mana-mana.

Istana kebanjiran. Itulah yang terjadi pada Rabu (5/2/2014). Salah satu simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berada di ring 1 tak bisa diselamatkan dari genangan air Ibu kota. Kondisi itu juga terjadi di berbagai titik strategis lainnya seperti di bundaran patung kuda Jl MH Thamrin Jakarta Pusat, serta sejumlah titik strategis menuju pusat kota. Situasi ini mirip dengan banjir 2013, saat Jokowi masih tiga bulan menjabat 
Gubernur DKI Jakarta. Setahun lebih ia menjabat, keadaannya tidak jauh beda.

Selain itu, akibat banjir di berbagai titik, moda andalan warga Jakarta dan sekitarnya seperti KRL, juga kena imbasnya. Penumpang relasi Bogor-Jakarta menjadi korban akibat gangguan kereta. Stasiun Jakarta Kota, untuk beberapa saat juga tidak bisa dilalui kereta api. Di jejaring media sosial keluhan para warga Jakarta tumpah ruah. Hal yang sama dari status di BlackBerry Messenger yang bernada keluh kesah. Jakarta telah menyiksa warganya.

Gubernur DKI Jakarta Jokowi berdalih, banjir di sejumlah titik termasuk kompleks Istana Negara disebabkan curah hujan yang tinggi. Ia mencontohkan, akibatnya daerah yang sebelumnya tidak banjir, kini menjadi banjir. "Karena hujannya deres banget, cuaca ekstrem," kilah Jokowi, Rabu (5/2/2014).

Ia pun percaya diri membandingkan kondisi Jakarta pada 2013 dengan saat ini. Ia mengklaim, titik banjir pada 2014 ini berkurang dibandingkan 2013 lalu. Ia mencontohkan keadaan Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin yang saat ini tidak lagi banjir seperti pada 2013 lalu.

Berbagai program yang ditawarkan Jokowi saat masa kampanye dalam Pilkada 2012 lalu tak ubahnya seperti jimat untuk memenangkan kontestasi pilkada. Seperti saat itu untuk mengatasi banjir di Jakarta di antaranya pembangunan kampung deret dan normalisasi kali.

Yang muncul usai dilantik sebagai Gubernur, Jokowi mewacanakan membuat sodetan kali Ciliwung serta deep tunnel hingga setahun berlalu tak jelas juntrungannya. Meski saat itu, publik kagum dengan aksi Jokowi masuk gorong-gorong di Jalan MH Thamrin.

Kini, berbagai janji solusi mengatasi banjir belum jelas hasil konkretnya bagi masyarakat. Yang terjadi justru kemacetan dan banjir yang menjadi menu harian warga Ibukota dan sekitarnya. Kini, tampaknya jimat Jokowi untuk Jakarta Baru belum bertuah. [mdr]

Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI