INILAH.COM, Jakarta - Calon Presiden peserta konvensi
Partai Demokrat Dahlan Iskan mengaku siap diserang terkait
keterlibatannya dalam ajang kontestasi calon presiden dari partai
penguasa itu.
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku serangan
yang muncul terhadap atas ketikutsertaannya dalam konvensi Partai
Demokrat merupkan hal yang wajar. "Itu wajar sekali," kata Dahlan
menjawab pertanyaan soal pihak yang tidak suka dengan dirinya terkait
sebagai peserta konvensi Partai Demokrat, di Gedung DPR, Kompleks
Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/2/2014).
Dengan enteng Dahlan
mengatakan tidak semua orang baik. Oleh karenanya, wajar jika ada pihak
yang tidak suka terhadap dirinya. Ia juga tidak ambil pusing tentang
informasi bahwa dirinya tidak dicalonkan oleh Partai Demokrat. "ya nggak
apa-apa," tambah Dahlan enteng.
Ia juga tidak peduli dengan
informasi bahwa pemenang konvensi tidak secara otomatis dicalonkan
sebagai calon presiden dari Partai Demokrat. "Terserah saja, jadi
(capres) juga baik, tidak jadi juga tidak apa apa," imbuh bos Jawa Pos
Grup ini.
Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengingatkan
para peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat agar tidak
gede rasa (GR) lantaran memiliki elektabilitas yang tinggi. Menurut
Ruhut, ada penilaian lain selain elektabilitas. "Jadi jangan GR para
capres yang memiliki elektabilitas tinggi," kata Ruhut memberi
peringatan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa
(4/2/2014).
Menurut dia, faktor lain yang juga dilihat oleh Partai
Demokrat adalah rekam jejak calon presiden seperti prestasi, dedikasi,
loyalitas, dan tidak tercela. "Masalahnya, sudah banyak laporan yang
masuk seperti soal kasus korupsi, integritas hingga pertanyaan siapa ibu
negara?" kata Ruhut enggan merinci siapa yang dimaksud.
Menurut
Ruhut, SBY dan tim akan mengkaji secara mendalam seluruh masukan yang
masuk pada tim konvensi capres Partai Demokrat. Tujuan untuk mengkaji
masukan tersebut agar calon presiden dari Partai Demokrat tampil secara
sempurna. "Agar capres kami tidak di-bully," sebut Ruhut beralasan.
Ia
mengingatkan agar seluruh peserta konvensi calon presiden dari Partai
Demokrat waspada karena akibat jejak rekam akan mengagalkan pencalonan.
"Semua waspadalah, karena rekam jejak bisa menggagalkan," tambah Ruhut.
Sebelumnya,
nama Dahlan Iskan terus diusik terkait beberapa rumor kasus korupsi.
Seperti persoalan kerugian saat dirinya masih menjabat sebagai Direktur
Utama PLN. Nama Dahlan Iskan juga dilaporkan oleh pengacara akun twitter
@TrioMacan ke Menseskab Dipo Alam terkait dugaan kasus korupsi. [mdr]
