INILAH.COM, Jakarta - Banyak orang terperangah ketika
mendengar atau membaca berita bahwa bekas Ketua Umum Partai Demokrat
Anas Urbaningrum mengaku mendapat perintah khusus SBY untuk mengamankan
pengusutan skandal bailout Bank Century di DPR. Terutama, agar
pengusutan oleh Panitia Khusus Century di DPR waktu itu tidak mengarah
kepada SBY.
Pengakuan itu disampaikan Anas dalam
pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 5 Februari
2014. Anas menambahkan, agar 'benteng' itu menjadi kuat perlu dirangkul
sejumlah pihak, di antaranya Gubernur Bank Indonesia saat itu, Boediono,
Sri Mulyani Indrawati eks Menteri Keuangan dan kelompok partai politik
di legislatif. "Untuk itu, harus dilakukan koordinasi dengan Boediono,
Sri Mulyani dan seluruh pihak yang terkait,’’ ujarnya.
Di mata
publik, pengakuan Anas itu sangat seksi karena menyangkut RI-1 dan
skandal Century. Akibatnya, media dan publik menuntut penuntasan skandal
itu secara menyeluruh karena sudah mengusik masyarakat yang sangat
terpukul dan kecewa dengan korupsi Bank Century.
Benar tidaknya
pengakuan Anas, makin meyakinkan publik bahwa skandal Bank Century juga
ikut mengarah ke Istana. Apalagi mantan Menkeu Sri Mulyani sudah
dilaporkan mengirimkan surat kepada Presiden SBY selama prosesi bailout
Century itu dilakukan pada 2008-2009.
Misbakhun, mantan anggotaTim
9 inisiator Century dan Timwas Century DPR tempo hari menyerahkan tiga
surat yang dikirim Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan kepada Presiden
SBY terkait bailout sebesar Rp 6,7 triliun kepada Bank Century..
Sedemikian
seksinya isu Anas itu, muncul pula respon Wakil Ketua KPK Bambang
Widjojanto, yang langsung menghujam ke ruang publik. Bambang menyatakan,
ragu atas pernyataan Anas Urbaningrum terkait tugas khusus kliennya
saat menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat untuk melindungi SBY dari
kasus Bank Century.
Untuk mencari kebenaran dan keadilan atas
pengakuan Anas terkait SBY dan kasus Bank Century , maka KPK harus
memproses dan menyelidiki secara menyeluruh atas pengakuan Anas
tersebut, benar atau tidak. Ini penting agar tidak menjadi spekulasi dan
teka-teki yang membuat ranah publik makin riuh rendah dengan isu SBY
dan Bank Century. Keadilan harus ditegakkan sekalipun langit runtuh,
bukan?
Untuk itu, KPK kini diuji. Jika pengakuan Anas itu tidak
ada cukup bukti, maka Istana tidak akan tercoreng. Namun jika KPK
menemukan hal sebaliknya yakni cukup bukti, ceritanya akan lebih seksi
dan lebih panjang lagi. [berbagai sumber]
