INILAHCOM,
Palu - Para Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai Gerindra akan
menjalani tes urin. Ini untuk memastikan mereka bebas dari
penyalahgunaan narkotik dan zat-zat adiktif (narkoba).
Tes urin paling lambat dilaksanakan setelah Pemilu 9 April mendatang, sebelum para caleg dilantik sebagai anggota legislatif. Hal ini ditegakkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Sulteng Longki Djanggola.
"Nanti bila terbukti menyalahgunakan narkoba, kami akan gugurkan. Sebelum di SK kan dan dilantik menjadi anggota legislatif, partai masih punya hak untuk menggugurkan mereka," tandas Longki kepada INILAHCOM, Selasa (18/2/2014).
Longki juga menyoroti soal Caleg Gerindra Agus Mouzer yang tertangkap gunakan sabu. Longki menilai tim seleksi caleg kecolongan.
"Saya yakin partai-partai lainnya juga tidak sempat melakukan tes urin. Padahal ini memang semestinya kami lakukan. Jadi, kami sudah merencanakan akan melakukan itu," ujar Gubernur Sulteng ini.
Longki kembali menyerukan agar para caleg untuk terus menjaga nama baik, kehormatan, dan kewibawaan Partai Gerindra. Juga nama baik, kehormatan, dan kewibawaan pribadi.
"Nantinya mereka akan menjadi wakil rakyat, bagaimana bisa menjadi wakil rakyat bila moralitasnya tidak dijaga dengan baik," kata Longki.
Dia mengingatkan tidak ingin mendengar lagi ada caleg yang melakukan penyalahgunaan narkoba atau melakukan tindakan-tindakan melanggar hukum lainnya.
"Partai Gerindra sedang bagus-bagusnya, ya performa partainya, performa kader-kadernya, ya performa para anggota legislatifnya. Jadi, jangan karena perbuatan orang per orang, semua itu akan menjadi tidak ada," kata mantan Bupati Parigi Moutong dua periode ini. [yeh]
Tes urin paling lambat dilaksanakan setelah Pemilu 9 April mendatang, sebelum para caleg dilantik sebagai anggota legislatif. Hal ini ditegakkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Sulteng Longki Djanggola.
"Nanti bila terbukti menyalahgunakan narkoba, kami akan gugurkan. Sebelum di SK kan dan dilantik menjadi anggota legislatif, partai masih punya hak untuk menggugurkan mereka," tandas Longki kepada INILAHCOM, Selasa (18/2/2014).
Longki juga menyoroti soal Caleg Gerindra Agus Mouzer yang tertangkap gunakan sabu. Longki menilai tim seleksi caleg kecolongan.
"Saya yakin partai-partai lainnya juga tidak sempat melakukan tes urin. Padahal ini memang semestinya kami lakukan. Jadi, kami sudah merencanakan akan melakukan itu," ujar Gubernur Sulteng ini.
Longki kembali menyerukan agar para caleg untuk terus menjaga nama baik, kehormatan, dan kewibawaan Partai Gerindra. Juga nama baik, kehormatan, dan kewibawaan pribadi.
"Nantinya mereka akan menjadi wakil rakyat, bagaimana bisa menjadi wakil rakyat bila moralitasnya tidak dijaga dengan baik," kata Longki.
Dia mengingatkan tidak ingin mendengar lagi ada caleg yang melakukan penyalahgunaan narkoba atau melakukan tindakan-tindakan melanggar hukum lainnya.
"Partai Gerindra sedang bagus-bagusnya, ya performa partainya, performa kader-kadernya, ya performa para anggota legislatifnya. Jadi, jangan karena perbuatan orang per orang, semua itu akan menjadi tidak ada," kata mantan Bupati Parigi Moutong dua periode ini. [yeh]
