INILAH.COM,
Jakarta - Anggota DPR 2009-2014 paranoid menghadapi Pemilu 2014. Mereka
takut tidak terpilih lagi. Akibatnya, rela meninggalkan tugas
legislatifnya walau dikecam berbagai pihak.
Sebagai bukti, banyak anggota yang membolos setiap sidang paripurna dan rapat komisi. Peristiwa ini sudah terjadi sejak 2013 lalu. Memasuki 2014 atau beberapa hari sebelum Pileg 9 April 2014, tingkat bolos anggota DPR semakin parah.
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro kepada INILAH.COM, Kamis (13/2/2014) mengatakan, para wakil rakyat lebih memilih kembali menarik simpatisan para konstituennya di daerah pemilihan (Dapil) ketimbang menuntaskan kinerjanya.
"Jadi ada kewas-wasan dari anggota DPR, takut tidak dipilih kembali. Intinya bagaimana mereka dipilih kembali, jadi jalin asmara kembali dengan konstituennya," kata Zuhro.
Sebab, kata Zuhro, para anggota DPR itu terpaksa harus bertarung untuk menarik perhatian publik. Mengingat, pertarungan politik di Pemilu 2014 cukup berat. Sehingga mereka lebih memilih untuk bersosialisasi.
"Susah memilahkan antara tugas dan kepentingan, karena ini tahun politik. Kalau Dapil tidak disambangi, akan dikhawatirkan tidak dapat kursi," tegas Zuhro.
Persaingan yang ketat di dapil, membuat anggota DPR memilih intim di dapil daripada menjalankan tugas di DPR.
"Karena di dapilnya itu bukan saja dari satu partai tapi juga dari partai lain. Persaingan yang begitu ketat," tambah Zuhro.
Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR Siswono Yudhohusodo mengakui, anggota dewan lebih mengutamakan kunjungan ke dapil ketimbang menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.
"Saya melihat tingkat kehadiran anggota dewan sangat memprihatinkan, jelang pemilu ini banyak sekali anggota dewan memberikan waktu terlalu banyak ke dapil," kata Siswono, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/2/2014). [gus]
Sebagai bukti, banyak anggota yang membolos setiap sidang paripurna dan rapat komisi. Peristiwa ini sudah terjadi sejak 2013 lalu. Memasuki 2014 atau beberapa hari sebelum Pileg 9 April 2014, tingkat bolos anggota DPR semakin parah.
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro kepada INILAH.COM, Kamis (13/2/2014) mengatakan, para wakil rakyat lebih memilih kembali menarik simpatisan para konstituennya di daerah pemilihan (Dapil) ketimbang menuntaskan kinerjanya.
"Jadi ada kewas-wasan dari anggota DPR, takut tidak dipilih kembali. Intinya bagaimana mereka dipilih kembali, jadi jalin asmara kembali dengan konstituennya," kata Zuhro.
Sebab, kata Zuhro, para anggota DPR itu terpaksa harus bertarung untuk menarik perhatian publik. Mengingat, pertarungan politik di Pemilu 2014 cukup berat. Sehingga mereka lebih memilih untuk bersosialisasi.
"Susah memilahkan antara tugas dan kepentingan, karena ini tahun politik. Kalau Dapil tidak disambangi, akan dikhawatirkan tidak dapat kursi," tegas Zuhro.
Persaingan yang ketat di dapil, membuat anggota DPR memilih intim di dapil daripada menjalankan tugas di DPR.
"Karena di dapilnya itu bukan saja dari satu partai tapi juga dari partai lain. Persaingan yang begitu ketat," tambah Zuhro.
Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR Siswono Yudhohusodo mengakui, anggota dewan lebih mengutamakan kunjungan ke dapil ketimbang menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.
"Saya melihat tingkat kehadiran anggota dewan sangat memprihatinkan, jelang pemilu ini banyak sekali anggota dewan memberikan waktu terlalu banyak ke dapil," kata Siswono, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/2/2014). [gus]
