INILAH.COM, Jakarta - Tudingan sejumlah loyalis Anas Urbaningrum
bahwa ocehan M.Nazaruddin yang kembali menyebut Anas terlibat kasus
seperti e-KTP adalah orderan Cikeas, dianggap terlalu naif.Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Andi Nurpati mengatakan, tidak ada niatan dari mantan Bendum Demokrat itu untuk menyeret-nyeret keluarga Cikeas.
"Setahu saya, Cikeas tidak pernah order apa-apa sama Nazar. Kalau boleh memilih, Cikeas tidak mau terjadi apa-apa terhadap kadernya apalagi oknum pimpinan karena mau tidak mau berdampak pada partai. Karena itu, terlalu naif Cikeas dituding seperti itu," jelas Nurpati kepada INILAH.COM, Selasa (6/8/2013).
Nurpati mengatakan, ocehan Nazar itu hanya ingin memberi tahu ke publik bahwa sebenarnya banyak pejabat yang korup. Tidak hanya di Partai Demokrat seperti yang sering dia sebut. Tetapi juga dari partai lain.
"Nazar melakukan menyebut sekian nama-nama mungkin akan menunjukkan bahwa bukan hanya dirinya yang korupsi tetapi juga oknum-oknum partai lain. Termasuk beberapa rekannya di PD," jelas Nurpati.
Nazar sebelumnya menyebut dua bendum yakni Olly Dondokambe (PDI Perjuangan) dan Setya Novanto (Golkar) juga terlibat dalam kasus korupsi e-KTP. Termasuk, Nazar menyebut ada keterlibatan Anas Urbaningrum.
Hal ini mendapat reaksi dari pendukung Anas. Tudingan Nazar itu, dianggap adalah orderan pihak Cikeas. [gus]