VIVAnews - Ketua Umum Harian Partai Demokrat,
Syarif Hasan merespon santai berita yang menyebut mantan Ketua Umum
Demokrat, Anas Urbaningrum, ditawari masuk Partai Nasional Demokrat oleh
Surya Paloh. Syarif tidak ingin ikut campur karena itu tergantung
keputusan Anas pribadi.
"Itu kan hak politik seseorang dan dijamin di dalam Undang-Undang. Jadi kalau Pak Anas memang ingin bergabung, ya mangga atuh," kata Syarif, ketika ditemui dalam acara Gerakan Indonesia Berseri di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu 11 Agustus 2013.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat, Surya Paloh,
menawari Anas untuk bergabung dengan partainya. Hal itu disampaikan
Paloh saat membuka pendaftaran calon anggota legistlatif Jawa Barat di
Hotel Papandayan pada 1 Maret 2013 lalu.
"Saya sudah bicara dengan Anas mengenai Nasdem dan kami terbuka bagi siapa saja yang mau bergabung," ungkap Paloh kala itu.
Menurut Paloh, Nasdem benar-benar butuh kader potensial dalam
pemilihan legislatif hingga pemilihan Presiden. Sosok Anas di mata Paloh
merupakan politikus potensial yang dicari Nasdem.
Ini bukan kali pertama Anas ditawari masuk parpol lain setelah dia
memutuskan mundur dari Partai Demokrat. Sebelumnya kawan sesama Korps
Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), yang juga politisi Hanura,
Yuddy Chrisnandi, telah lebih dulu menawari Anas bergabung dengan Partai
Hanura.
"Daya tarik Anas itu hebat. Personalitasnya kuat dan mampu mengalahkan hegemoni elit-elit lain di Demokrat," kata Yudi.
