INILAH.COM, Jakarta - Makna Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah
bagi politikus Partai Demokrat, Sutan Bathoegana sebagai momentum
membersihkan diri. Menurutnya, Lebaran ini kemenangan bagi orang yang
melawan hawa nafsunya.
"Hari raya ini sebagai momentum membersihkan diri, memperbaiki diri kita," kata Sutan, kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (9/8/2013) malam.
Sebagai pejabat dan politikus yang mewakili rakyat, kata Sutan, inilah momentum bagi seluruh politikus untuk melangkah kedepan labih baik, yang diharapkan agama dan rakyat serta negara.
"Kunci sukses itu harus sabar. Jadilah politisi yang bersih, kalau kita seperti itu saya kira tidak ada yang korupsi," tegas Ketua Komisi VII DPR itu.
Selain silaturahmi bersama keluarga, Idul Fitri juga sebagai momentum intropeksi diri menuju jalan yang lebih baik. "Selain silaturahmi bersama keluarga dan rakyat, kita merenung bahwa ini saatnya yang tepat bersyukur kepada Ilahi," demikian Sutan. [mes]
"Hari raya ini sebagai momentum membersihkan diri, memperbaiki diri kita," kata Sutan, kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (9/8/2013) malam.
Sebagai pejabat dan politikus yang mewakili rakyat, kata Sutan, inilah momentum bagi seluruh politikus untuk melangkah kedepan labih baik, yang diharapkan agama dan rakyat serta negara.
"Kunci sukses itu harus sabar. Jadilah politisi yang bersih, kalau kita seperti itu saya kira tidak ada yang korupsi," tegas Ketua Komisi VII DPR itu.
Selain silaturahmi bersama keluarga, Idul Fitri juga sebagai momentum intropeksi diri menuju jalan yang lebih baik. "Selain silaturahmi bersama keluarga dan rakyat, kita merenung bahwa ini saatnya yang tepat bersyukur kepada Ilahi," demikian Sutan. [mes]
