INILAH.COM, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul
yakin ocehan terpidana kasus suap proyek wisma Atlet M Nazaruddin
terkait keterlibatan Bendahara Umum Partai Golongan Karya, Setya
Novanto, benar.
"Dia juga sudah sebut Bendum Golkar dan
PDIP, aku tidak lupa waktu awal kejadian saya ditugaskan partai,
investigasi internal. Dia bilang bang, kita nomor kelima kalau bicara
korupsi. Nomor satu Golkar, kedua PDI-P, PKS, PPP, dan Demokrat," ujar
Ruhut di Jakarta, Kamis (1/8/2013).
Menurutnya, Nazar memiliki
informasi banyak soal keterlibatan elite partai dalam kasus korupsi.
"Sebagian besar apa yang dikatakan Nazar itu benar. Dan dia perlu
dijadikan whistle blower supaya dia bongkar semua," tegasnya.
Ruhut memastikan sebagian besar anggota DPR terlibat dalam kasus korupsi, tetapi tergantung KPK dalam penyelidikan.
"Sebenarnya
semua di DPR ini terlibat, semua yang kecil-kecil ini karena mereka ada
Banggar-nya. Ada kesempatan, aku bersyukur, tidak pernah mau terlibat
jadi biarin saja mereka," ucapnya.
Sebagaimana diberitakan,
Nazaruddin menuding Setya Novanto terlibat kasus proyek pengadaan dan
pemasokan barang kelengkapan Perlindungan Masyarakat pengamanan Pemilu
2009 (Baju Hansip).
"Itu yang bertanggungjawab Setya Novanto," kata dia di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2013).
Nazar
mengaku sudah melaporkan kasus ini ke penyidik KPK di sela-sela
pemeriksaannya sebagai tersangka pencucian uang pembelian saham PT
Garuda Indonesia. "Semua sudah saya jelaskan ke penyidik," ungkap Nazar.
[rok]
