INILAH.COM, Jakarta - Selain mencoreng wajah birokrasi,
penangkapan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini oleh Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) juga mencoreng wajah akademisi.
Wakil Ketua DPR Pramono Anung menegaskan, jika benar Rudi menerima suap, maka dosen terbaik di tahun 1994 itu telah mencoreng pendidikan di tanah air.
"Bukan hanya birokrasi wajah akademisi kita juga akan tercoreng karena bagaimana pun Prof Rudi adalah guru besar dan ahli di bidang itu dan dosen terbaik tahun 94 sehingga saya sebagai alumni juga bisa tercoreng wajah akademisi," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/8/2013).
Penangkapan Rudi membuat Pramono terkejut. Rudi adalah sosok akademisi yang bersih dari tindak kejahatan korupsi.
"Kalau melihat latar belakang Rudi yang saya kenal bersih. Dia dosen terbaik kemudian dia profesor yang muda direkrut dari kampus karena kepandaian dan kapasitasnya," kata politikus PDIP itu.
Sebagaimana diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Rudi Rubiandini di rumahnya yang terletak di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin malam.
Diduga, mantan Wakil Menteri ESDM itu menerima suap 700 ribu dolar Amerika Serikat. Saat ditangkap, ia tidak melakukan perlawanan.
KPK menyita uang 400 ribu dolar AS dan sepeda motor antik merek BMW. [rok]
Wakil Ketua DPR Pramono Anung menegaskan, jika benar Rudi menerima suap, maka dosen terbaik di tahun 1994 itu telah mencoreng pendidikan di tanah air.
"Bukan hanya birokrasi wajah akademisi kita juga akan tercoreng karena bagaimana pun Prof Rudi adalah guru besar dan ahli di bidang itu dan dosen terbaik tahun 94 sehingga saya sebagai alumni juga bisa tercoreng wajah akademisi," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/8/2013).
Penangkapan Rudi membuat Pramono terkejut. Rudi adalah sosok akademisi yang bersih dari tindak kejahatan korupsi.
"Kalau melihat latar belakang Rudi yang saya kenal bersih. Dia dosen terbaik kemudian dia profesor yang muda direkrut dari kampus karena kepandaian dan kapasitasnya," kata politikus PDIP itu.
Sebagaimana diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Rudi Rubiandini di rumahnya yang terletak di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin malam.
Diduga, mantan Wakil Menteri ESDM itu menerima suap 700 ribu dolar Amerika Serikat. Saat ditangkap, ia tidak melakukan perlawanan.
KPK menyita uang 400 ribu dolar AS dan sepeda motor antik merek BMW. [rok]
