REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang pemilihan Presiden dan
Wakil Presiden pada 2014 mendatang, gejolak pilih-pilih pasangan semakin
menghangat. Para calon yang telah resmi diusung partai tampak sudah
terlihat melakukan penjajakan, selain untuk mencari pasangan juga untuk
mendulang dukungan.
Koneksi antar partai pun diperkuat. Pakar Politik Universitas Indonesia, Maswadi Rauf mengatakan hubungan antar partai sudah sangat cair. "Sehingga sangat mudah digabung," kata dia, Jumat (9/8).
Menurut dia, partai-partai telah saling terbuka. Termasuk dalam mengusung satu calon. Menanggapi pertemuan calon presiden (capres) Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, ia menilai hal tersebut mungkin menjadi upaya dukungan.
"Kita lihat setelah April pemilihan legislatif, akan semakin nyata kemana-kemananya," kata dia. Maswadi menilai semua partai masih sangat berpeluang untuk berkoalisi satu sama lain karena kecairan tersebut.
Koneksi antar partai pun diperkuat. Pakar Politik Universitas Indonesia, Maswadi Rauf mengatakan hubungan antar partai sudah sangat cair. "Sehingga sangat mudah digabung," kata dia, Jumat (9/8).
Menurut dia, partai-partai telah saling terbuka. Termasuk dalam mengusung satu calon. Menanggapi pertemuan calon presiden (capres) Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, ia menilai hal tersebut mungkin menjadi upaya dukungan.
"Kita lihat setelah April pemilihan legislatif, akan semakin nyata kemana-kemananya," kata dia. Maswadi menilai semua partai masih sangat berpeluang untuk berkoalisi satu sama lain karena kecairan tersebut.
| Reporter : Lida Puspaningtyas |
| Redaktur : Djibril Muhammad |
